nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Terkaya Dunia Sumbang Rp9,3 Miliar untuk Korban Kebakaran Australia

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 11:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 13 320 2152226 orang-terkaya-dunia-sumbang-rp9-3-miliar-untuk-korban-kebakaran-australia-bUSwzjnSVB.jpg Jeff Bezos (Foto: Reuters)

JAKARTA – Sosok orang terkaya di dunia Jeff Bezos mengatakan bahwa Amazon akan menyumbangkan 1 juta dolar Australia atau sekitar USD690.000 (Rp9,3 miliar dengan kurs Rp13.600 per USD) untuk korban kebakaran hutan di Australia. Bantuan bertujuan untuk memulihkan Australia dari serangkaian kebakaran hutan yang telah merusak negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

"Hati kami tertuju pada semua warga Australia, komunitas negara itu, padang semak, dan margasatwa yang terkena dampak kebakaran hutan yang dahsyat," ujar Amazon seperti dalam pengumuman situs resminya yang dikutip Business Insider, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: Hampir Setengah Miliar Hewan Diperkirakan Mati Akibat Kebakaran Hutan Australia

Jeff Bezos yang merupakan CEO Amazon dan orang terkaya di dunia ini membantu korban kebakaran hutan di Australia dengan menggunakan sistem logistik dan teknologi dari Amazon.

"Bersama dengan sumbangan uang tunai untuk membantu para korban kebakaran, Amazon menyumbang 1 juta dolar Australia untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana alam ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Miliarder Ini Janjikan Rp663 Miliar untuk Kebakaran Hutan Australia

Ilustrasi Kebakaran

Australia telah mengklaim bahwa kebakaran hutan ini menyebabkan lebih dari 25 juta hektare tanah terbakar dan membunuh hampir 1 miliar hewan sejak kebakaran mulai pada akhir Desember, menurut beberapa perkiraan. Selain itu, 27 orang tewas dalam kebakaran di Australia.

Kebakaran dimulai karena kondisi yang sangat panas dan kering di sana. Australia mengalami musim semi terburuk pada tahun 2019, dan 18 Desember adalah hari terpanas dalam sejarah Australia. Suhu rata-rata di seluruh negeri pada saat itu melebihi 105 derajat Farenheit.

Pada Jumat lalu, ribuan warga Australia turun ke jalan untuk menyerukan tindakan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim, dan beberapa mendesak agar Perdana Menteri Scott Morrison mengundurkan diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini