nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Memulai Bisnis di Tahun 2020 bagi Newbie, Cari yang Minimalis

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 08:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 320 2152809 tips-memulai-bisnis-di-tahun-2020-bagi-newbie-cari-yang-minimalis-poohiFeWc4.jpg Tips Memulai Usaha (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup baik bagi yang ingin memulai usaha. Hanya saja perlu ada yang diperhatikan agar niat baik untuk usaha ini tidak membuat keuangan justru jebol.

Baca Juga: Periskop 2020: Gegap Gempita Pesta Demokrasi Serentak di 270 Daerah

Ahli Fengshui Suhu Yo mengatakan, bagi yang ingin memulai bisnis sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada. OIeh karena itu, mereka yang ingin memulai bisnis ada baiknya memulai dengan bisnis yang minimalis.

"Bagi pemula usaha harus lebih memulai dengan usaha-usaha yang minimalis dari keuangan dan ruang usaha," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Baca Juga: Periskop 2020: Daftar Bisnis yang Bakal Cuan di Tahun Tikus Logam

Namun lanjut Suhu Yo bagi para pemula disarankan untuk menghindari bisnis garmen dari mulai baju hingga sepatu. Karena menurutnya, harga bahan baku untuk industri tekstil ini masih belum stabil pada tahun ini.

"Industri yang sangat riskan adalah industri garmen, tas, sepatu, plastik, karet yang tahun 2020 banyak sekali harga bahan pokok yang tidak stabil," katanya.

Selain itu, lanjut Suhu Yo, para pengusaha pemula ini juga harus berhati-hati dalam mencari pinjaman atau kredit. Karena tahun ini merupakan tahun yang rawan akan penipuan untuk para pengusaha pemula.

"Yang harus diperhatikan adalah untuk bisnis pemula, adalah limit kridit yang dilepas jika memberi utangan. Jika cash lebih ke arah check and re-check di keuangan jangan sampai kebobolan, karena tahun yang banyak penipuan," ujarnya.

Sementara beberapa secara keseluruhan, ada beberapa sektor bisnis yang diprediksi akan anjlok pada tahun ini. Misalnya saja bisnis properti hingga bisnis kendaraan.

Ada beberapa alasan mengapa kedua industri ini diprediksi akan terpuruk pada tahun ini. Pertama adalah, terlalu tingginya harga kenaikan tanah-tanah khususnya yang berada di kota-kota besar di Indonesia.

Tingginya harga tanah ini membuat harga jual rumah begitu sulit terjangkau oleh masyarakat. Sementara rumah bekas pun saat ini harganya cenderung tinggi karena sang pemilik enggak menjualnya dengan harga murah.

"Keterpurukan dari properti karena harga tanah terlalu tinggi kenaikannya, sehingga akan menurun harga tanah, terutama di ibukota sehingga properti lesu, bagi yang memiliki properti atau tanah  jika disuruh jual turun mereka enggan jual," katanya.

Sementara itu, untuk bisnis automotif menurun karena saat ini masyarakat cenderung ingin mencari kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat energi. Ditambah lagi, kendaraan listrik juga sudah mulai diperkenalkan oleh pemerintah dan siap dijual ke pasaran.

"Untuk kendaraan yang cc besar terutama 1.500 ke atas itu menurun karena banyak yang membeli kendaraan yang irit bahan bakar.Dan sekarang ini banyak yang menunggu keluar kendaraan tenaga listrik," kata Suhu Yo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini