nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Boeing Kehilangan Gelar Sebagai Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

Irene, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 14:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 320 2153206 boeing-kehilangan-gelar-sebagai-produsen-pesawat-terbesar-di-dunia-Wqz2fNXU5x.jpg Boeing (Foto: Boeing)

JAKARTA - Boeing resmi kehilangan gelarnya sebagai pembuat pesawat terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan Boeing terus menerus kehilangan order pemesanan pesawat karena imbas kasus 737 max.

Melansir Business Insider, Rabu (15/1/2020) angka penjualan dan pengiriman Boeing menunjukkan Boeing kehilangan pesanan atau pembatalan order 87 pesanan pesawat komersialnya selama 2019. Jumlah ini lebih besar jika dibandingkan dengan periode 2018.

Baca Juga: Dipecat dari Boeing, Dennis Muilenburd Tidak Dapat Pesangon

Boeing hanya dapat mengirimkan 380 pesawat komersialnya pada 2019, ini merupakan terkecil sejak 2007. Hal ini terjadi menyusul kecelakaan fatal yang menjadi akar persoalan, Boeing gagal mengirimkan pesanan pesawat 737 Max-nya, alhasil sebanyak 400 pesawat masih tersimpan rapi di tempat penyimpanannya. Sekarang, Boeing hanya memiliki 32 pesanan untuk pesawat model 737 Max-nya itu.

Sementara itu, kompetitornya Airbus mencatat 768 pesawat pesanan untuh tahun ini. Angka ini semakin membuat kontras kondisi terpuruk yang dialami Boeing. Sebagai informasi, pada 2018 silam, Boeing berhasil menggengam setidaknya 7.482 pesanan untuk pesawatnya yang kemudian dapat memastikan produksi dan pengiriman stabil selama sekitar 10 tahun.

Baca Juga: Tugas Berat Bos Baru Boeing: Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Kinerja buruk Boeing ini memberi dampak besar pada seluruh sektor manufaktur. Boeing adalah eksportir terbesar di Amerika Serikat dan memiliki rantai pasokan global yang kuat untuk komponen pesawat.

Pesawat 737 max milik Boeing ini telah dilarang terbang sejak Maret lalu. Desain pesawat Boeing yang terkesan tergesa-gesa dan dinilai hanya fokus pada keuntungan jangka pendek daripada keselamatan dan kualitas, membuat produksi pesawat 737 Max Boeing kini berada dalam pengawasan ketat.

Kini, mendapatkan persetujuan regulator untuk pesawatnya dapat kembali mengudara adalah prioritas CEO baru Boeing David Calhoun. "Kami akan menyelesaikannya, dan kami akan menyelesaikannya dengan benar," tulis David dalam email kepada karyawannya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini