nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Sebut Ada Peluang AJB Bumiputera Jadi Perseroan Terbatas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 20:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 320 2153970 ojk-sebut-ada-peluang-ajb-bumiputera-jadi-perseroan-terbatas-58JqJqJLAJ.jpg Asuransi (Reuters)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan ada peluang untuk Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera bisa berubah menjadi perseroan terbatas (PT). Hal ini menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi menyatakan, pihaknya saat ini masih menunggu rancangan bisnis yang akan dilakukan perusahaan ke depannya. Dirinya menambahkan, Bumiputera berpeluang untuk menjadi PT jika ingin mengajukan dan nantinya dalam proses akan dievaluasi.

 Baca juga: Ketua OJK Beberkan Kondisi Terkini Bumiputera

"Silakan diusulkan (jadi PT), nanti kita evaluasi," katanya ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Adapun dalam beleid tersebut, diatur bahwa perusahaan asuransi berbentuk usaha dapat melakukan perubahan bentuk hukum perusahaan menjadi PT atau koperasi. Saat ini, Bumiputera menjadi satu-satunya di Indonesia yang berbentuk bisnis asuransi mutual.

 Baca juga: Calon Direksi AJB Bumiputera, Ini Daftarnya

Selain itu, pemerintah juga mengubah istilah perwakilan pemegang polis, dari Badan Perwakilan Anggota (BPA) menjadi Rapat Umum Anggota (RUA). Maka untuk berubah menjadi PT, inisiatif itu berada di tangan RUA dan direksi.

Jika berencana untuk melakukan perubahan, perusahaan harus mengajukan proposal berisi rancangan bisnis ke depan kepada regulator. "Inisiatifnya kan harus dari mereka. Pokoknya mereka harus datang dengan satu proposal yang bisa memberikan kebaikan ke depan," kata Riswinandi.

 Baca juga: Kasus Asuransi Jiwa Bumiputera, Begini Penjelasan Ketua OJK

Dia menambahkan, saat ini pihaknya pun sedang menunggu proposal dari RUA terkait penyelesaian persoalan likuiditas di perusahaan tersebut. Menurutnya, OJK akan terus berperan mengawasi upaya pengurus dalam menyelesaikan masalah likuiditas.

"Jadi, ini kami masih menunggu final proposalnya. Karena beberapa kali mengajukan proposal, kami melihat kesinambungan ke depan belum bisa dipahami dengan baik atau diyakini dengan baik," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini