nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aceh Jadi Provinsi Termiskin di Sumatera, Jumlah Penduduk Miskinnya 810.000 Orang

Windy Phagta, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 15:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 17 320 2154333 aceh-jadi-provinsi-termiskin-di-sumatera-jumlah-penduduk-miskinnya-810-000-orang-I8LtpmlaIK.jpg Aceh Termiskin di Sumatera (Foto: Okezone.com)

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis data terbaru mengenai kemiskinan. Aceh masih menempati provinsi termiskin di Sumatera dan nomor enam se-Indonesia. Per September 2019, jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai 810.000 orang atau 15,01%

Namun, menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin, angka kemiskinan tersebut berkurang sebanyak 9 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 yang jumlahnya 819 ribu orang atau 15,32%.

Baca Juga: DI Yogyakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Penduduk Tertinggi

Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh menurun 0,31%. Sedangkan jika dibandingkan dengan September 2018, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 21 ribu orang atau 15.68 persen.

"Aceh persentase penurunan kemiskinan ke tujuh se-Indonesia. Artinya Aceh masuk 10 besar angka penurunan kemiskinan se-Indonesia. Tapi posisi (kemiskinan) Aceh tetap pada posisi keenam secara nasional dan nomor satu di Sumatera," kata Wahyudin, Jumat (17/1/2020).

Baca Juga: Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Kemiskinan Terbesar

Wahyudin menambahkan, metode yang digunakan dalam menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan, yaitu beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna cakalang. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik.

Penghitungan Garis Kemiskinan, dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

"Selama periode Maret 2019 - September 2019, Garis Kemiskinan di Aceh naik sebesar 3,59%, yaitu dari Rp486.935 per kapita per bulan menjadi Rp504.414 per kapita per bulan," ujar Wahyudin.

Sementara di wilayah perkotaan di Aceh, per September 2019, Garis Kemiskinan sebesar Rp517.900 per kapita per bulan. Sedangkan untuk daerah perdesaan per September 2019 sebesar Rp497.615, per kapita per bulan.

Secara keseluruhan persentase kemiskinan kabupaten/kota di Aceh, kabupaten Aceh Singkil menempati peringkat pertama kemiskinan dengan persentase 20% dan disusul Kabupaten Gayo Lues sebanyak 19%.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi jumlah paling banyak penduduknya, daerah termiskin di Aceh yaitu Kabupaten Aceh Utara.

"Tapi persentasenya dia agak di bawah, karena penduduknya dari sisi jumlah, ya di sana kantong kemiskinan yang terbanyak," ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, mengatakan, kemiskinan di Aceh berkorelasi dengan pekerjaan dan pengangguran.

Menurutnya, banyak peluang pekerjaan di Aceh malah dikerjakan oleh tenaga kerja dari daerah lain, sementara masyarakat di sekitar lokasi jarang terlibat.

"Kemiskinan itu selalu berkorelasi dengan misalnya pengangguran. Seseorang yang ada kesempatan kerja di proyek pemerintah ya melibatkan diri, kemudian juga ada proyek swasta bisa mengembangkan diri," ujar Saifullah Abdul Gani.

Untuk menekan angka kemiskinan tersebut, pemerintah Aceh berharap masyarakat menangkap peluang pekerjaan yang telah dibuka pemerintah melalui proyek APBA dan pemerintah pusat melalui proyek APBN.

"Ada fenomena menarik di Aceh, peluang-peluang kerja yang dijalankan Pemerintah Aceh melalui proyek APBA dan pemerintah pusat melalui proyek APBN, kalau kita lihat di lapangan itu banyak sekali tenaga kerja luar Aceh yang terlibat aktif, sementara banyak putra-putra Aceh di sekitar proyek itu tidak terlibat di dalamnya," tambahnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini