nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Diminta Ciptakan Inovasi Bisnis Energi Terbarukan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 12:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155388 generasi-milenial-diminta-ciptakan-inovasi-bisnis-energi-terbarukan-D7u18WkKPj.png Energi Terbarukan (Foto: Kementerian ESDM)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar generasi milenial ikut serta dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Mengingat saat ini pemerintah tengah fokus pada pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi PLTS

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, saat ini keterlibatan generasi milenial dalam transformasi bisnis energi di masa mendatang sangat penting. Apalagi, generasi milenial ini memiliki kelebihan dalam penguasaan teknologi.

"Cobalah inovasi apapun yang kecil selama itu bermanfaat bagi diri sendiri ataupun bermanfaat untuk masyarakat luas," ujarnya mengutip dari situs resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Seperti B30, Kini PLTU Uji Coba Campuran Palet Kayu

Menurut Arifin, dalam pengembangan EBT sangat diperlukan peran dari generasi milenial. Utamannya untuk teknologi EBT yang ada di luar pulau Jawa yang masih jarang terjamah.

Arifin juga memastikan kepada generasi milenial yang ingin memulai bisnis EBT di luar pulau jawa tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja dengan memberikan tarif yang cukup memadai.

Misalnnya adalah pihaknya mendorong generasi milenial untuk melahirkan startup-startup di bidang EBT. Contohnya adalah kerjasama dengan New Energy Nexus Indonesia yang berfokus pada upaya inkubasi dan pengembangan manajerial Startup Energi Terbarukan.

Pemerintah pun melakukan pendampingan dilakukan agar Startup dapat berkembang dan memberikan kontribusi optimal bagi capaian EBT nasional.

"Asal teknologinya proven, cost-nya kompetitif, kita terbuka," kata Arifin.

Arifin menambahkan, saat ini pemerintah benar-benar serius untuk mengembangkan EBT. Misalnya saja, pemerintah melakukan kerjasama dengan Jepang dalam mengembangkan bisnis EBT.

"Jadi sekarang ini Indonesia khususnya dengan Jepang ada kerja sama bagaimana menerapkan teknologi-teknologi yang bisa menurunkan emisi dan itu mendapatkan dukungan. Ini bisa kita mulai dari pencipataan inovasi," jelasnya.

Dukungan lain adalah peluang masyarakat menciptakan sumber energi listrik sendiri. Pemerintah pun tengah menyiapkan aturan baru berupa Peraturan Presiden mengenai formula baru harga beli dari pembangkit listrik berbasis EBT yang akan menggunakan skema feed in tariff.

"Kita sekarang ini sedang menggodok kebijakan baru mengenai tarif EBT small scale sehingga bisa jadi daya tarik. Tujuannya nanti yang berpartisipasi bisa terbagi masyarakat kecil dan menengah," jelas Arifin.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini