nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbankan Eropa Tertarik Investasi Peremajaan Karet di Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 15:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155534 perbankan-eropa-tertarik-investasi-peremajaan-karet-di-indonesia-paKIIrPhQw.jpeg Kerjasama (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA - Ketua Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Aziz Pane mengungkapkan, ada perbankan asal Eropa yang tertarik untuk membiayai replanting atau peremajaan pada perkebunan karet. Sehingga diharapkan replanting bisa segera dilakukan untuk mendorong industri karet dalam negeri.

Lantaran, di Indonesia rasio produksi getah karet (latex) dalam 1 hektare (ha) hanya memperoleh 1 ton getah, sedangkan di Vietnam dan Thailand dalam 1 ha mampu memproduksi 2 ton getah.

Baca Juga: Petani Tidak Rugi Kalau Karet dan Bijinya Dijadikan Bahan Baku BBN

"Jadi sekarang kami baru dapat investor, ada bank dari Eropa yang mau membiayai seluruh replanting, asal dia dapat kayunya," ujar Aziz ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Replanting perkebunan sawit merupakan salah satu upaya yang dicanangkan pemerintah untuk memperbaiki kualitas industri karet dalam negeri sejak 2017 lalu. Tapi hal ini terkendala, karena pemerintah tak memiliki pendanaan yang cukup untuk merealisasikannya.

Oleh sebab itu, pemerintah berencana melakukan replanting dengan mendapatkan pendanaan dari hasil penjualan kayu pohon karet. Sehingga hasil penjualan kayu itu bisa sekaligus digunakan untuk mensejahterahkan petani.

Baca Juga: Kadin: Bisa Dikembangkan Jadi BBN, Biji Karet Jangan Dianggap Limbah

"Replanting itu masalahnya kan kalau petani potong (tebang pohon) dia tetap harus makan, disitu mahalnya, social cost-nya," kata Aziz yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI).

Hingga tahun 2019, Indonesia tercatat memiliki perkebunan karet seluas 3,4 juta ha. Rencananya diperlukan 20%-30% perkebunan karet untuk dilakukan peremajaan.

Oleh sebab itu, investor kali ini tertarik untuk membiayai seluruh replanting dengan syarat seluruh kayu menjadi milik mereka. Aziz bilang, rencananya kayu-kayu tersebut bakal digunakan untuk jadi bubuk kayu.

"Nah jadi orang Eropa ini dia ambil kayunya, dia bayar sama petani, kayunya dijadikan kayak bubuk kayu," kata dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini