IMF Turunkan Prediksi Ekonomi Dunia Jadi 3,3%

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 20 2155839 imf-turunkan-prediksi-ekonomi-dunia-jadi-3-3-yYGi9spwt4.jpg IMF Turunkan Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Reuters)

DAVOS - Dana Moneter Internasional atau IMF kembali memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global karena risiko mulai dari ketegangan perdagangan hingga hingga perubahan iklim yang membuat ketidakpastian.

Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi global tidak akan pulih pada tahun ini di mana terjadi pelambatan pada pasar negara berkembang seperti India diperkirakan lebih besar. Dengan demikian, IMF memperkirakann ekonomi global hanya tumbuh 3,3% atau lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2019 sebesae 3,4%.

Baca Juga: IMF Ramal Ekonomi Negara Kecil Ini Bisa Tumbuh 86%

Tak hanya itu, IMF memprediksi perlambatan ekonomi global akan berlanjut pada 2021. Diperkirakan ekonomi hanya tumbuh 3,4% atau lebih rendah dari proyeksi 3,6%.

Selain itu, pertumbuhan ekspor dan investasi global tumbuh 2,9% terbebani perang perdagangan. Laju pertumbuhan ini jelas paling lambat sejak krisis keuangan global, meskipun pelonggaran bank sentral pada seluruh negara disinkronkan untuk mendorong pertumbuhan global.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02% pada Kuartal III-2019

"Kami belum melihat titik balik (pemulihan ekonomi global. Kenyataannya bahwa pertumbuhan global tetap lamban," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, pada konferensi pers dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dilansir dari Reuters, Selasa (21/1/2020).

Pengurangan tersebut mencerminkan penilaian kembali IMF terhadap prospek ekonomi untuk sejumlah pasar berkembang utama, terutama India. Di mana permintaan domestik melambat dari yang diharapkan di tengah kontraksi kredit dan tekanan di sektor non-bank.

IMF juga menurunkan prediksi pertumbuhan untuk Chili karena kerusuhan sosial. Sedangkan untuk Meksiko, ekonomi menurun karena berlanjutnya pelemahan dalam investasi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini