nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Antisipasi Dampak Virus Korona ke Perekonomian Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 13:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 20 2156595 sri-mulyani-antisipasi-dampak-virus-korona-ke-perekonomian-indonesia-1EQGxWnSrw.jpg Sri Mulyani (Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah tengah mempelajari potensi dari penyebaran virus Korona ke perekonomian Indonesia. Virus yang berasal dari China ini, telah memukul pasar saham Asia sampai Amerika Serikat ke zona merah.

Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan persoalan penyebaran virus Korona harus dilihat secara regional Asia dan global, sehingga dapat melihat dampaknya yang bisa tertransmisi ke Indonesia. Pihaknya saat ini masih memperhatikan potensi dampak tersebut.

 Baca juga; Ada Kasus Jiwasraya, KSSK Sebut Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga

"Terkait potensi, kami harus melihat dari sisi regional dan global karena menyangkut hal yang mungkin muncul lebih banyak yang bisa tertransmisikan (ke Indonesia), sama seperti yang terjadi pada virus SARS atau H1N1 (flu babi). Potensi ini yang kami lihat dampaknya," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dia menyatakan, pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Korona ke dalam negeri, yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Pengawasan di bandara-bandara internasional juga turut diperketat.

 Baca juga: BI hingga Kemenkeu Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal IV-2019

"Bahkan dilakukan langkah-langkah antisipasi di airport dan berbagai rumah sakit, juga pada lembaga serta industri yang berhubungan dengan virus dan kesehatan. Jadi kami terus berkoordinasi," katanya.

Sekedar informasi, virus Korana yang menginfeksi hewan dan manusia tersebut telah menyebar ke beberapa negara Asia lain termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. Pemerintah China bahkan mengonfirmasi, wabah Korona telah merenggut enam nyawa.

Hal ini memicu kekhawatiran global dan menghidupkan kembali kenangan penyebaran virus SARS yang menewaskan hampir 800 orang pada 2002-2003. Kekhawatiran penyebaran virus corona telah melemahkan pasar saham AS.

Pada penutupan perdagangan Wall Street, Rabu (22/1/2020) waktu setempat, indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 151,25 poin atau 0,52% menjadi 29.196,85. Lalu S&P 500 kehilangan 8,75 poin atau 0,26%, menjadi 3.320,87 dan Nasdaq Composite turun 18,14 poin atau 0,19% menjadi 9.370,81.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini