Ada Kasus Jiwasraya, KSSK Sebut Stabilitas Ekonomi Tetap Terjaga

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 20 2156543 ada-kasus-jiwasraya-kssk-sebut-stabilitas-ekonomi-tetap-terjaga-Skl4DxMksw.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali pada kuartal IV-2019, di tengah adanya sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan di Tanah Air, termasuk kasus Jiwasraya.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga sebagai Ketua KSSK berdasarkan hasil rapat berkala. Komite ini juga terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

 Baca juga: BI hingga Kemenkeu Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal IV-2019

"Kami menyimpulkan stabilitas sistem keuangan triwulan IV-2019 tetap terkendali, di tengah ketidakpastian perekonomian global yang menurun, serta sorotan masyarakat terhadap permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan." ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dia menjelaskan, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan yang ditandai dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi dengan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, khususnya di sektor bangunan. Ekspor juga mulai meningkat meskipun kinerja investasi non-bangunan masih perlu menjadi perhatian.

 Baca juga: IMF Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Masih Terbebani Lesunya Ekspor

Di sisi neraca pembayaran Indonesia, secara keseluruhan tahun 2019 diperkirakan surplus yang dipengaruhi oleh derasnya aliran masuk modal asing dan defisit transaksi berjalan yang menurun. Nilai tukar Rupiah pun mengalami penguatan didorong berlanjutnya aliran masuk modal asing, bekerjanya mekanisme pasar, dan meningkatnya kepercayaan para investor.

Begitu pula, dengan inflasi, tetap terkendali di dalam kisaran target. Pada sektor jasa keuangan, Sri Mulyani meyakini stabilitas tetap terjaga, seiring dengan terus dibahasnya langkah-langkah penanganan masalah di beberapa lembaga jasa keuangan.

 Baca juga: Kejar Negara Maju di 2045, Menristek: Industri Harus terus Berinovasi

"Terkait permasalahan pada beberapa lembaga jasa keuangan, langkah-langkah penanganan secara terkoordinasi dan komprehensif terus dilakukan," katanya.

Ketua Dewan Konisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan, pihaknya pun terus mengoptimalkan peranan sektor jasa keuangan dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan ketahanan sektor tersebut.

"OJK akan terus meningkatkan daya saing dan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian nasional melalui kebijakan konsolidasi," ujar Wimboh dalam kesempatan yang sama.

Seperti diketahui, beberapa perusahaan sektor jasa keuangan tengah menjadi sorotan karena mengalami sejumlah permasalahan likuditas, terdiri dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, PT Asabri (Persero), PT Taspen (Persero), dan Bank Mualamat Indonesia Tbk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini