nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejauh Mana Dampak Wabah Virus Korona ke Ekonomi Global?

Hairunnisa, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 13:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 28 20 2159463 sejauh-mana-dampak-wabah-virus-korona-ke-ekonomi-global-qt1ZZSiJjR.jpg Pendataan ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Saat ini China sedang berjuang melawan wabah virus baru yaitu virus korona yang telah menewaskan ratusan orang. Organisasi Kesehatan dunia menyebutkan saat ini keadaan darurat bagi China.

Akan tetapi dampak dari virus ini kepada ekonomi saat ini tidak dapat dihidari. Seberapa parahnya dan seberapa jauhnya dampak ini akan menyebar?

 Baca juga: Ekonomi Dunia Masih Dibayangi Ketidakpastian, Ini Penjelasannya

Para ekonom saat ini tengah mewaspadai pasar di tahap awal tahun ini. Di China sudah ada beberapa kerusakan ekonomi.

Salah satunya pembatasan perjalanan yang telah diberlakukan di beberapa bagian negara pada Tahun Baru Cina tahun ini, di mana bisnis di sektor pariwisata saat ini sedang terpukul.

Berikut ini 4 dampak kerusakan ekonomi yang diakibatkan oleh virus korona, melansir dari BBC, Selasa (28/1/2020).

 Baca juga: Bos IMF Sebut Kesepakatan AS-China Berdampak Positif bagi Ekonomi Global

1. Pusat transportasi

Banyak yang akan enggan untuk mengambil kegiatan di luar rumah yang dapat menyebabkan tertularnya virus. Akan ada kegiatan ekonomi yang hilang sebagai akibat dari orang tidak mau bepergian untuk bekerja.

Banyak orang yang yakin untuk membatalkan rencana perjalanan mereka demi menghindari risiko terkena penyakit serius ini. Dampaknya diperbesar oleh fakta bahwa Wuhan, adalah kota pusat transportasi yang penting.

Pembatasan perjalanan juga merupakan masalah bagi bisnis beberapa perusahaan kargo yang mungkin terganggu dan akan menjadi lebih mahal. Rantai pasokan industri akan berpengaruh.

 Baca juga: Utang Global Meroket 322% Tembus USD253 Triliun

2. Tingkat pemulihan

Biaya tingkat pemulihan juga sangat diperhitungkan pada saat ini. Akan ada biaya yang di tanggung oleh asuransi kesehatan dan juga ada yang biayanya di tanggung oleh pasien tersebut.

Biayanya akan dihitung dan akan sangat tergantung pada seberapa mudah penularan virus terbukti dan tingkat kematian di antara mereka yang terinfeksi. Sering terjadi masalah ekonomi di pasar saat wabah virus menyebar adalah besarnya biaya pemulihan yang dibutuhkan.

 Baca juga: OJK Waspadai Gejolak Ekonomi Global di Tahun Depan

3. Kesempatan vaksin

Dalam hal ini ada beberapa perusahaan yang mengalami keuntungan saat wabah virus menyebar, perusahaan tersebut itu adalah perusahaan yang memproduksi obat-obatan seperti apotek. Dalam jangka panjang mungkin ada peluang menguntungkan dalam mengembangkan vaksin melawan virus.

Kepala petugas ilmiah di Johnson & Johnson Paul Stoffels mengatakan, timnya sudah melakukan pekerjaan dasar pada vaksin. Dia pikir itu bisa tersedia dalam waktu sekitar satu tahun.

Ada juga lonjakan permintaan masker bedah dan sarung tangan untuk melindungi agar tidak terinfeksi. Saham perusahaan China yang membuat barang-barang ini, seperti obat-obatan dan peralatan pelindung, sahamnya telah terlihat mengalmi beberapa kenaikan harga yang tajam.

4. Pemulihan cepat?

Jika kita putar waktu yaitu kembali pada saat wabah sindrom pernafasan akut atau lebih dikenal sebagai Sars pada tahun 2003 yang juga berasal dari negara ini. Satu perkiraan menyarankan biaya yang dibutuhkan untuk ekonomi global sebesar USD40 miliar atau setara dengan Rp546 trilun (dalam kurs Rp13.650).

Konsultan ekonomi yag berasal dari Capital Economics, London, Jennifer McKeown menunjukkan bahwa pertumbuhan global adalah titik persentase di mana pada titik tersebut pertumbuhan lebih lemah pada kuartal kedua di tahun 2003.

Dia mengatakan gambaran itu diperumit oleh faktor-faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan global pada saat itu, tetapi dia menyimpulkan, sangat sulit untuk menentukan kerusakan ini pada tingkat pertumbuhan ekonomi secara global

dari Sars, yang merupakan virus yang luar biasa parah dan telah menyebar luas.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini