Hadiri WEF, Menperin Rayu Investor Industri Makanan Minuman Buka Pabrik di RI

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 320 2159338 hadiri-wef-menperin-rayu-investor-industri-makanan-minuman-buka-pabrik-di-ri-y0jUgUsfNx.jpg Makanan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bertemu dengan beberapa investor di sektor industri makanan dan minuman. Pertemuan ini dilakukan pada sela-sela World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.

Menurut Agus, salah satu pertemuan tersebut adalah untuk merayu para investor untuk mau menanamkan modalnya di Indonesia. Sedangkan untuk yang sudah beroperasi, dirinya menginginkan agar perusahaan tersebut menambah jumlah investasinya.

 baca juga: Ke Turki, Mendag Intip Pabrik Mi Instan Asal Indonesia

“Kami bertemu dengan beberapa pelaku industri, untuk memastikan bahwa yang sudah beroperasi di Indonesia masih nyaman dan diharapkan bisa meningkatkan investasinya. Selain itu, yang akan memulai investasi baru, bisa segera terealisasi,” mengutip dari halaman Kementerian Perindustrian, Selasa (28/1/2020).

Agus menyebutkan, ada sejumlah sektor industri yang telah beroperasi di Tanah Air, akan melakukan perluasan usaha atau ekspansi. Misalnya, PT Nestlé Indonesia, yang pada tahun 2019 berkomitmen menanamkan modalnya sebesar USD100 juta untuk memperluas kapasitas produksinya di tiga pabrik yang dimilikinya.

 Baca juga: Mi, Ubi dan Kopi Buatan Indonesia Jadi Perhatian di New York

Melalui rencana ekspansi tersebut, kapasitas produksi PT Nestlé di Indonesia bakal meningkat sebesar 25% dari 620.000 ton menjadi 775.000 ton per tahun. Saat ini, PT Nestle Indonesia telah mengoperasikan tiga pabrik di Indonesia, yaitu pabrik di Karawang, Jawa Barat untuk memproduksi cokelat malt Milo, susu bubuk, dan bubur bayi Cerelac.

Kemudian, pabrik di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, antara lain untuk memproduksi susu olahan dengan merek Dancow, Bear Brand, Carnation, dan Cap Nona. Sedangkan, pabrik di Panjang, Lampung, untuk mengolah kopi instan dan kopi mix dengan merek Nescafé.

 Baca juga: Super Mahal, Keju Susu Keledai dari Serbia Ini Dibanderol Rp16 Juta/Kg

“Oleh karenanya, kami harus mengawal dan memastikan bahwa rencana mereka untuk investasi bisa benar-benar terlaksana, dan kalau ada kendala bisa cepat diselesaikan,” imbuhnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini