nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ke Turki, Mendag Intip Pabrik Mi Instan Asal Indonesia

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 17:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2079178 ke-turki-mendag-intip-pabrik-mi-instan-asal-indonesia-l9vcfNAvr9.jpeg Pabrik Mi (Kemendag)

JAKARTA - Mengakhiri lawatannya ke Turki, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik mie instant Indomie di sana. Pabrik tersebut tepatnya berada di zona industri Tekirdag, Turki.

Kedatangan Mendag disambut Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad dan General Manager (GM) Indofood Turki Adkoturk Wassim Brinjiki.

Kunjungan ini untuk meninjau keberhasilan Indomie yang menguasai pasar mie instan di Turki dengan pangsa pasar 90 persen.

 Baca juga: Mi, Ubi dan Kopi Buatan Indonesia Jadi Perhatian di New York

"Kalau kita sudah tahu besarnya pasar di Turki, maka Pemerintah akan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk berinvestasi menanamkan modal dan mendirikan pabrik di Turki, seperti Indofood,” kata Enggar melansir laman kemendag, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Pabrik Mi di Turki

Mendag mengatakan, keuntungan dari ini adalah bahan baku tetap diekspor dari Indonesia, di mana bahan baku Indomie sedikitnya 45 persen disuplai dari Indonesia dengan nilai sekitar USD20 juta per tahun.

Angka ini diharapkan meningkat menjadi dua kali lipat jika Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) selesai.

Setelah sembilan tahun beroperasi di Turki, produk mie instan Indomie saat ini telah tersebar di 81 provinsi di Turki.

 Baca juga: Super Mahal, Keju Susu Keledai dari Serbia Ini Dibanderol Rp16 Juta/Kg

Produk mie instan Indomie dapat diperoleh di semua pasar ritel besar dan kecil di seluruh Turki, serta dijual secara daring. Saat ini, konsumen di Turki dapat membeli Indomie satu kardus atau bahkan satu truk secara daring.

Keberadaan produk mie instan Indomie di Turki merupakan cerita keberhasilan yang patut diapresiasi dan ditiru oleh industri lainnya di Indonesia. Banyak tantangan yang dihadapi saat pertama memasuki pasar Turki.

Perbedaan budaya menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat Turki saat itu tidak mengenal dan tidak pernah memakan mie instan.

Baca juga: Gurihnya Industri Kuliner Bikin Ekonomi Nasional Menggeliat

"Tantangan terberat yang kami hadapi adalah memperkenalkan mie instan yang belum pernah dikenal sebelumnya oleh masyarakat Turki. Sangat sulit meyakinkan konsumen Turki untuk mencoba menu baru yang berbeda dari budaya mereka. Memerlukan upaya cukup keras untuk memasukkan Indomie menjadi menu konsumsi mereka," tutur Yusuf.

Menurut Yusuf, hambatan lainnya yang dihadapi Indomie dan produk makanan asing di Turki adalah kuatnya rasa nasionalis penduduk Turki, yang lebih cinta dengan produk dalam negerinya dibandingkan dengan produk impor.

Sekitar 80 persen restoran di Turki adalah restoran lokal yang menjual makanan asli Turki. Alasan inilah yang kemudian memutuskan Indomie untuk berinvestasi dan mendirikan pabriknya di Turki.

Indomie mengawali perjalanannya di Turki sejak awal 2010 dengan mendirikan perusahaan Adkoturk Gida Sanayi, kerja sama antara Indonesia dan Turki.

Awalnya Adkoturk menjadi distributor produk Indofood di kota kecil Adana yang mengimpor dan menjual produk Indomie. Tidak hanya sebagai distributor, Adkoturk aktif melakukan riset pasar dengan mencari tahu selera yang digemari konsumen dan bagaimana pemasarannya.

 Pabrik Mi di Turki

Dari hasil riset, diketahui bahwa penjualan melalui jaringan ritel lebih dominan dari pada melalui pasar tradisional.

Sehingga pada pertengahan tahun 2011 Adkoturk membuka kantor cabang di Istanbul agar lebih dekat dengan kantor pusat jaringan ritel di Turki.

Sementara itu, Wassim menambahkan, promosi dan pemasaran kemudian gencar dilakukan untuk membangun kesadaran konsumen, hingga akhirnya kantor pusat dipindahkan ke Istanbul. Strategi pemasaran yang dilakukan Indomie di Turki yaitu dengan langsung fokus kepada konsumen. Promosi dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui iklan, pembelajaran, kerja sama dengan para koki selebritas, penerbangan internasional, melibatkan para milenial/gamer, dan mengundang murid-murid sekolah mengunjungi pabrik Indomie.

Selain itu, dilakukan promosi melalui media sosial yang dinilai paling efektif saat ini untuk menarik minat konsumen, khususnya kalangan milenial.

"Kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat telah meningkatkan omzet penjualan Indomie di Turki. Penjualan Indomie tahun 2019 naik sepuluh kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Indomie sekarang dapat ditemukan di 340 jejaring toko ritel yang ada di seluruh Turki,"ungkap Wassim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini