nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenaga Honorer K2 Mau Jadi PNS? Begini Caranya

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 17:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 320 2159616 tenaga-honorer-k2-mau-jadi-pns-begini-caranya-Gv0sCaKpF9.jpg Tes CPNS (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan skema pengangkatan untuk Tenaga Honorer Kategori (THK) II. Hal tersebut menyusul akan dihapuskannya seluruh tenaga honorer dan digantikan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan nantinya pengangkatan THK-II ini akan dilakuakan lewat beberapa tahap. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2012 tentang Penegakan Tenaga Honorer menjadi CPNS.

“Menindaklanjuti kesepakatan pemerintah dengan Komisi II, VIII, dan X DPR RI untuk kembali mengangkat tenaga honorer melalui seleksi, pemerintah menerbitkan PP Nomor 56/2012,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (28/1/2020).

Menurut Setiawan, dalam aturan tersebut THK-II diberikan kesempatan untuk seleksi satu kali. Dari hasil seleksi tersebut terdapat 209.872 eks THK II yang lulus seleksi dan 438.590 eks THK-II yang tidak lulus.

Bagi mereka yang lulus tes maka akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedangkan bagi mereka eks THK-II yang tidak lulus seleksi, pemerintah memfokuskan penanganan eks THK-II pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidikan (guru dan dosen) dan tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, pada tahun 2018 lalu, pemerintah memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada THK-II ikut ASN. Ada dua tes yang disiapkan oleh pemerintah untuk mengangkat para THK-II ini.

Metode pertama adalah untuk eks THK-II yang memenuhi persyaratan usia maksimal 35 tahun, dapat mengikuti seleksi CPNS sesuai peraturan perundang-undangan. Sementara eks THK-II yang berusia lebih dari 35 tahun, dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Jika telah melalui seleksi CPNS ataupun PPPK namun tidak lulus, maka para tenaga honorer tersebut diberikan kesempatan bekerja sesuai kebutuhan organisasi, dan instansi pemerintah yang mempekerjakan tenaga honorer tersebut harus memberikan gaji sesuai dengan UMR di wilayahnya dan ini akan dievaluasi selama masa transisi," jelasnya.

Menurut Setiawan upaya tersebut merupakan salah satu langkah dari pemerintah meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk menghadapi persaingan global di era industri 4.0. Tentunya, peningkatan SDM ini tak hanya memperhatikan penanganan eks THK II namun juga memberikan kesempatan yang sama kepada WNI lainnya untuk menjadi ASN.

"Hal ini juga untuk mengakomodir tingginya ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini