nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

57,5% Tenaga Kerja Miliki Pendidikan Rendah Jadi Alasan Kartu Prakerja Diluncurkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 10:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2159900 57-5-tenaga-kerja-miliki-pendidikan-rendah-jadi-alasan-kartu-prakerja-diluncurkan-7siVyl2cm8.jpg tenaga kerja (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan akan mulai membagikan kartu pra kerja pada tahun ini. Anggaran yang disiapkan untuk merealisasikan kartu prakerja ini adalah sebesar Rp10 triliun.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, adanya kartu kerja adalah untuk mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, saat ini 57,5% tenaga kerja Indonesia memiliki pendidikan dan kompetensi yang rendah.

 Baca juga: Manusia Tak Bisa Digantikan oleh Robot, Ini Alasannya

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan kartu prakerja agar kompetensi tenaga kerja dalam negeri bisa meningkat. Melalui kartu prakerja, pemerintah akan meningkatkan pelatihan vokasi secara masif dan massal untuk 2 juta orang yang terdiri dari calon pekerja yang sedang mencari kerja, pekerja yang membutuhkan reskilling dan upskilling, serta pekerja yang terdampak PHK.

Adapun teknisnya, nantinya para SDM ini akan diberikan pelatihan dari mulai oleh sekolahnya hingga para pelaku industrinya. Namun nantinya, peserta pelatihan ini akan diberikan uang saku sekitar Rp3,6 hingga Rp7 juta.

 Baca juga: Mengenal Hataraki-Kata Kaikaku, Budaya Gila Kerja di Jepang

“Masifnya program pelatihan vokasi tersebut, perlu dukungan stakeholder bangsa ini. Termasuk training center, Lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sekolah yang dimiliki perusahaan industri menjadi bagian penting suksesnya program kartu prakerja,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Rabu (29/1/2020).

Oleh karena itu lanjut Ida, dirinya berharap agar program ini bisa didukung oleh semua pelaku industri. Dirinya mengaku optimis jika program ini sukses dan berlanjut dengan dukungan stakeholder terkait, maka cita-cita Indonesia untuk memiliki SDM unggul di tahun 2045 akan terwujud.

 Baca juga: Kecelakaan Kerja di RI Tercatat 130.923 Kasus, Turun 26,4%

“Jika semua industri punya komitmen kuat seperti UT School, maka percepatan untuk mencapai Indonesia unggul 2045 dapat kita raih,” ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini