nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Meninggal, Kobe Bryant: Saya Ingin Dikenang Sebagai Investor, Bukan Atlet

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2159967 kobe-bryant-saya-ingin-dikenang-sebagai-investor-bukan-atlet-9Egz7Zuc2o.jpg Kobe Bryant (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Legenda bola basket NBA Kobe Bryant yang meninggal dunia pada 26 Januari akibat kecelakaan helikopter ingin dikenang karena investasinya, bukan kariernya.

Melansir Business Insider, Rabu (29/1/2020), Kobe Bryant mulai berbagi pemikirannya tentang warisan dan hasratnya dalam investasi setelah mengungkapkan peluncuran dana ventura senilai USD100 juta setara Rp1,36 triliun (Rp13.600 per USD).

Baca Juga: Jenazah Kobe Bryant Butuh Beberapa Hari untuk Dievakuasi

Kobe Bryant lebih memilih berinvestasi daripada menjadi atlet. Dia mengatakan, investasi lebih bermakna karena pengaruhnya yang bertahan lama. Pernyataan ini terkuak ketika Kobe Bryant diwawancara oleh CNBC pada 22 Agustus 2016 silam.

Ketika itu Kobe Bryant ditanya apakah warisannya soal bermain basket atau investasi 20 tahun dari sekarang. Kobe Bryant pun tidak ragu mengatakan adalah investasi.

“Bermain basket harus fokus agar selalu menang. Memenangkan kejuaraan. Kejuaraan yang datang dan pergi. Akan ada tim lain yang memenangkan kejuaraan lain, pemain lain yang memenangkan penghargaan MVP lainnya," kata Bryant.

Baca Juga: 5 Sneakers Kobe Bryant Paling Langka Sepanjang Masa

“Jika kamu benar-benar ingin menciptakan sesuatu yang bertahan selama beberapa generasi, kamu harus membantu menginspirasi generasi berikutnya, bukan? Mereka menciptakan sesuatu yang hebat. Dan generasi itu akan menginspirasi orang yang ada di belakang mereka. Saat itulah kamu membuat sesuatu selamanya. Dan itulah yang paling indah," ungkapnya mengenai investasi.

Selama 20 tahun berkarir di LA Lakers, Bryant membangun warisan yang menjadikannya salah satu pemain NBA terhebat. Dia dinominasikan pada Desember 2019 untuk dilantik ke NBA Hall of Fame pada 2020.

Pada saat itu, Bryant mengatakan dia telah mempelajari investasi selama empat tahun terakhir untuk memastikan hatinya benar-benar di dalamnya. Dia mengatakan akan terus belajar dari mentornya, seperti CEO Nike Mark Parker.

"Kita harus terus belajar agar menjadi sukses," kata Bryant pada 2016.

"Maksudku, itu sebabnya mantra kita adalah pertumbuhan nilai valuasi. Karena untuk tumbuh, kamu harus terus belajar. Kamu harus terus bergerak, terus meningkat. Itulah kuncinya. Itulah yang membuat hidup menyenangkan," ujarnya.

Pada September 2019, Bryant memuji karier bola basketnya sebagai jalan menuju kesuksesannya sebagai investor dalam sebuah wawancara dengan USA Today.

"Banyak waktu melalui jalannya pertandingan, kamu mungkin melihat celah di pertahanan atau sesuatu yang bisa kamu manfaatkan secara ofensif," tutur Bryant.

"Jika kamu menyerang sekaligus, kamu menunjukkan kelemahanmu terlalu dini," katanya.

"Olahraga tim melakukan pekerjaan yang baik dalam mengajarkan itu dan bagaimana mempercayai orang lain," tambahnya.

Bryant mendirikan perusahaan modal ventura, Bryant Stibel & Co. pada 2013. Perusahaannya berfokus pada investasi industri teknologi dan media.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini