nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diresmikan Jokowi, Intip Spesifikasi Terowongan Nanjung

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2160015 diresmikan-jokowi-intip-spesifikasi-terowongan-nanjung-N9X7tZDoek.jpg Terowongan Nanjung (IG PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan meresmikan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung pada hari ini. Terowongan Nanjung ini adalah salah satu proyek yang dibangun untuk membenahi banjir di Sungai Citarum.

"Hari ini saya ke Bandung, Jawa Barat. Saya hendak meresmikan Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung. Pembangunan terowongan ini adalah salah satu upaya besar pemerintah untuk membenahi Sungai Citarum," mengutip dari akun twitter resminya, Rabu (29/1/2020).

 Baca juga: Banjir, Bagaimana Proyek Bendungan hingga Sodetan?

Terowongan Nanjung dibangun pada November 2017 dan tuntas pada Desember 2019 terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter. Kedua terowongan akan mengurangi banjir di Dayeuhkolot, Baleendah, Andir dan sekitarnya dengan jumlah Kepala Keluarga yang terbebas banjir mencapai 14.000 KK.

Terowongan Nanjung akan mengurangi total luas genangan di Kabupaten Bandung dari semula 3.461 hektare menjadi 2.761 hektare. Keberadaan terowongan juga akan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 m3/detik menjadi 669 m3/detik. Bertindak selaku kontraktor adalah PT Wijaya Karya – PT. Adhi Karya (KSO) dengan anggaran APBN sebesar Rp 316,01 miliar (MYC).

 Baca juga: 3 Hari Banjir Jabodetabek, 85% Gardu Listrik Sudah Menyala

Keberadaan terowongan nanjung adalah untuk meningkatkan kapasitas sungai Citarum Jawa Barat menjadi sebesar 669 meter kubik per detik. Disamping itu, untuk mempercepat aliran sungai Citarum saat banjir sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah Andir dan sekitarnya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan Terowongan Nanjung telah memberikan manfaat mengurangi genangan air saat puncak hujan yang mengguyur sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat pada 17 Desember 2019. Banjir yang biasannya terjadi hingga berhari-hari lamanya kini sudah bisa surut hanya dalam waktu beberapa jam saja.

 Baca juga: Banjir Surut, Listrik di Jakarta Kembali Normal

Menurut Menteri Basuki, selama ini pada saat musim hujan, debit banjir Sungai Citarum yang besar tertahan batuan besar di Curug Jompong yang juga merupakan situs budaya, sehingga menyebabkan banjir akibat backwater. Oleh karenanya dibangun Terowongan Nanjung yang dapat memperlancar aliran air dari Hulu Sungai Citarum.

“Tadi kita lihat ternyata Terowongan Nanjung saat pintu air dibuka Sungai Citarum bisa kering. Pada 17 Desember 2019 terjadi puncak hujan di Bandung dan sekitarnya, waktu itu dites oleh BBWS Citarum ditunggu sampai air banjir naik di Dayeuhkolot dan masyarakat bersiap untuk mengungsi seperti biasa. Terowongan ini lalu dibuka pukul 23.15, lima jam kemudian sekitar pukul 5 pagi sudah surut. Jadi terowongan ini memang berfungsi sebagai salah satu pengendali banjir di Bandung Selatan,” ujar Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini