nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terowongan Nanjung, Salah Satu Pengendali Banjir Bandung dari Sektor Hulu

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 11:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 30 470 2160556 terowongan-nanjung-salah-satu-pengendali-banjir-bandung-dari-sektor-hulu-T5a8e9v9Nz.jpg Terowongan Najung (Foto: Instagram Kementerian PUPR)

JAKARTATerowongan Nanjung diresmikan Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kemarin. Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung dibangun sebagai bagian Sistem Pengendalian Banjir Sungai Citarum.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pembangunan Terowongan Nanjung adalah upaya untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung juga di bawahnya.

Baca Juga: Menteri Basuki: Terowongan Nanjung Memperlancar Aliran Sungai Citarum

“Program besarnya baru menyelesaikan di hulu dan itupun belum selesai seluruhnya. Jika pengendalian banjir sudah selesai semua, seperti Embung Gedebage, Pembangunan Kolam Retensi Ciunteung, dan Floodway Cisangkuy, maka genangan akan benar-benar terkurangi," kata Presiden dilansir dari laman Kementerian PUPR, Kamis (30/1/2020).

Terowongan Najung mampu mengurangi luas genangan banjir di Bandung. Dari 490 hektar yang tergenangi oleh banjir, berkurang menjadi 80 hektar.

Baca Juga: 9 Fakta di Balik Peresmian Terowongan Nanjung

“Memang beberapa masih proses dan tahun 2020 ini akan kita selesaikan,dan setelah itu baru kita kerjakan di hilirnya. Kita tidak bisa dikerjakan di hilirnya saja atau di hulunya saja, jadi harus seluruhnya baik fisiknya atau yang berkaitan dengan rehabilitasi lahan," terang Presiden.

Terowongan Nanjung dibangun pada November 2017 selesai pada Desember 2019, terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan lebar masing-masing 8 meter. Bertindak selaku kontraktor adalah PT Wijaya Karya – PT Adhi Karya (KSO) dengan anggaran APBN sebesar Rp317 miliar.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini