nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JCR Beri Peringkat Utang RI ke BBB+, Gubernur BI: Tertinggi Sepanjang Sejarah

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 19:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 31 20 2161489 jcr-beri-peringkat-utang-ri-ke-bbb-gubernur-bi-tertinggi-sepanjang-sejarah-rSGaGxr6gf.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) telah meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB/outlook positif menjadi BBB+/outlook stabil (investment grade). Hal ini membuktikan bahwa meningkatnya kepercayaan stakeholder ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan, peningkatan rating Indonesia tersebut mencerminkan semakin meningkatnya keyakinan stakeholder internasional terhadap ketahanan perekonomian Indonesia. Apalagi, di tengah ketidakpastian perekonomian global.

 Baca juga: Pemeringkat Kredit Jepang Naikkan Peringkat Utang RI ke BBB+

"Level BBB+/outlook stabil (investment grade) tersebut merupakan level rating tertinggi sepanjang sejarah yang dicapai Indonesia," ujarnya mengutip website BI, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Perry mengatakan, pencapaian ini merupakan komitmen kuat Bank Indonesia, Pemerintah dan otoritas terkait dalam mempertahankan stabilitas ekonomi Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal.

 Baca juga: Pasang Kupon 6,3%, Pemerintah Cari Utang Lewat SBR009

"Serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Menurut JCR, rating Indonesia mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid ditopang oleh konsumsi domestik, terjaganya level defisit anggaran dan utang pemerintah, resiliensi terhadap gejolak eksternal yang didukung oleh kebijakan nilai tukar fleksibel dan kredibilitas kebijakan moneter serta akumulasi cadangan devisa.

Terdapat beberapa faktor yang mendukung peningkatan Sovereign Credit Rating Indonesia. Pertama, dalam hal implementasi agenda reformasi pembangunan infrastruktur terus berlanjut, lebih baik dibandingkan ekspektasi JCR.

Kedua, berlanjutnya reformasi pengeluaran fiskal dan terjaganya defisit anggaran yang dicapai melalui pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM). JCR memandang fondasi fiskal dan ekonomi Indonesia semakin kuat.

Ketiga, percepatan upaya untuk mengatasi tantangan jangka panjang, antara lain melalui simplifikasi peraturan dengan rencana penerbitan UU Omnibus untuk memfasilitasi aliran investasi langsung, pengembangan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Keempat, dukungan politik pada pemerintahan Presiden Joko Widodo yang semakin solid sehingga memperkuat momentum kebijakan ekonomi. JCR menilai pembangunan infrastruktur yang telah menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak Oktober 2014 secara konsisten terus berlanjut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini