Share

10 Saham yang Terimbas Wabah Virus Korona

Irene, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 278 2161192 10-saham-yang-terimbas-wabah-virus-korona-b9lcrM01rf.jpeg Pasar Saham (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Mewabahnya virus korona berimbas pada guncangan pasar modal global dan ditakutkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi dunia. Virus ini telah menginfeksi ribuan orang dan menewaskan ratusan orang.

Perhatian penuh sekarang tengah tertuju pada pasar dan saham yang langsung berkaitan dengan China. Pasar China telah ditutup hingga 3 Februari 2020 mendatang menyusul pengumuman yang menyatakan bahwa mereka akan memperpanjang perdagangan Tahun Baru Imlek selama tiga hari. Hal ini juga berdampak pada nilai mata uangnya yaitu yuan.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp133 Juta Cukupi Logistik WNI di China

Sejak 20 Januari 2020 lalu saat konfirmasi pertama virus korona disampaikan, pasar saham sudah mengalami penurunan nilai hingga USD337 juta. Investor juga menyatakan keprihatinan mereka dengan menarik dana yang diperdagangkan di bursa China dan perusahaan yang listing di pasar Amerika Serikat (AS).

Berikut saham perusahaan yang terlihat mengalami kenaikan dan penurunan besar di bursa China dalam waktu singkat setelah merebaknya virus korona, seperti dilansir dari Business Insider.

Baca Juga: Istana Pastikan WNI di Wuhan Tak Ada yang Terjangkit Virus Korona

10. Nio

Perusahaan yang bergerak dalam auto manufaktur ini mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,03 poin atau 0,63% atau USD4.30 per lembar sahamnya. Pada perdagangan Rabu (29/1/2020) saham NIO ditutup naik dengan harga USD4.27 per lembar sahamnya atau 0,06 poin atau 1,43%. Nilai saham NIO adalah sebesar USD9,69 juta.

9. Weibo

Saham WB mengalami penurunan 0,78 poin atau 1,79% atau USD43.14 per lembar sahamnya. Pada perdagangan Rabu (29/1/2020) saham WB ditutup naik 0,46 poin atau 1,06% dengan harga USD43.92 per lembar sahamnya. Perusahaan yang bergerak di industri konten internet dan informasi ini memiliki nilai saham sebesar USD 10 juta.

8. Beigene

Perusahaan yang bergerak dalam industri biomedis dan genetika ini memiliki nilai saham sebesar USD10,35 juta. Saham BGNE pada perdagangan Rabu (29/1/2020) ditutup anjlok 3,06 poin atau 1,92% seharga USD156.16 per lembar sahamnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

7. Baozun

Saham BZUN bernilai USD15,56 juta. Perusahaan yang bergerak di industri komputer dan teknologi informasi ini mengalami penurunan harga saham pada perdagangan Rabu (29/1/2020) sebesar 0,16 poin atau 0,51% atau USD31.45.

6. GDS

Saham GDS bernilai USD15,56 juta. Perusahaan yang bergerak dalam industri telekomunikasi ini pada perdagangan Rabu (29/1/2020) mengalami kenaikan sebesar 0,66 poin atau 1,26% di harga USD53.04.

5. Pinduoduo

Pada perdagangan Rabu (29/1/2020) saham PDD mengalami penurunan tipis sebesar 0,22 poin atau 0,60% di harga USD36.74 per lembar sahamnya. Saham PDD bernilai USD24,69.

4. China Mobile (Hongkong)

Saham CHL bernilai USD29,5 dan mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan waktu setempat. Penurunan ini sebesar 1,45 poin atua 3,33% atau USD42.09 per lembar sahamnya.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen

3. Luckin Coffee

Pada pembukaan perdagangan waktu setempat, saham LK dibuka turun 1,29 poin atau 3,41% seharga USD36.58 per lembar sahamnya. LK memiliki nilai saham sebesar USD76,37.

2. Baidu

Dengan nilai saham sebesar USD96 juta, perusahaan yang bergerak dalam industri konten internet dan informasi ini mengalami penurunan saat pembukaan perdagangan dilaksanakan waktu setempat. Saham BIDU turun sebesar 2,34% atau 2,96 poin, dijual dengan harga USD123.52 per lembar sahamnya.

1. Trip.com

Perusahaan yang bergerak dalam industri pelayanan perjalanan ini memiliki nilai saham USD122,74. Pada perdagangan Rabu (29/1/2020) saham TCOM ditutup pada zona merah, yaitu turun 0,09 poin atau 0,27% dengan harga USD32.86 per lembar sahamnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini