nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLN Integrasi Data dengan Ditjen Pajak, Ini Manfaatnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 13:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 31 320 2161186 pln-integrasi-data-dengan-ditjen-pajak-ini-manfaatnya-2Z8aeRSsd8.jpeg Kerjasama PLN dan Ditjen Pajak (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan kerjasama digitalisasi integrasi data perpajakan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Integrasi ini ditandai dengan nota kesepahaman kedua pihak.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, sebenarnya integrasi data perpajakan PLN ke DJP tersebut merupakan tahap kedua. Tahap pertama sudah pernah dilakukan yang diintegrasikan sejak 1 Januari 2019.

Baca Juga: Ini Spesifikasi PLTA Terapung Pertama di RI dan Terbesar di Asean

Pengembangan integrasi data perpajakan kali ini yakni diberikannya hak akses kepada PLN untuk mendapatkan data faktur pajak masukan yang diterbitkan oleh lawan transaksi PLN (vendor) dari sistem DJP dan pembentukan SPT Tahunan Badan (proforma).

"Integrasi ini adalah aplikasi pelaporan pajak yang di-support anak usaha PLN untuk melaporkan PPn atas seluruh transaksi pembelian, pajak masukan, pengeluaran berbasis web servis dan terintegrasi otomatis ke data center DJP," kata Zulkufli dalam di Gedung PLN Pusat, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Baca Juga: RI Akan Punya PLTS Terapung Terbesar di Asean, Kapasitasnya 145 Mw

Dia mengatakan, integrasi keduanya menjadi upaya strategis dalam perbaikan administrasi perpajakan melalui optimalisasi IT. Sebab dengan memanfaatkan ketersediaan basis data dan sistem informasi perpajakan yang terdapat pada DJP dan PLN, akan menciptakan transparansi dan meningkatkan kepatuhan (tax compliance).

"Integrasi tersebut dapat meminimalkan timbulnya sengketa (dispute) dan menekan biaya kepatuhan wajib pajak (cost compliance), serta wajib pajak lebih fokus menjalankan bisnis prosesnya," katanya.

Dirinya menambahkan nota kesepahaman ini juga merupakan sebuah Iangkah strategis dalam memenuhi kewajiban administrasi perpajakan yang lebih terbuka. Pada akhirnya akan menuju ke arah yang diharapkan yaitu terciptanya cooperative compliance secara berkelanjutan antara PLN sebagai wajib pajak dan DJP (fiskus).

"Integrasi data perpajakan ini diharapkan akan mampu memberikan manfaat bagi PLN dan DJP dapat minimalkan sengketa, menekan biaya kepatuhan wajib pajak, sehingga bisa fokus menjalankan bisnisnya," kata dia.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menambahkan, manfaat integrasi data perpajakan ini akan berdampak pada tingkat transparansi dan menambah wajib pajak baru. Dirinya juga ingin, agar BUMN lain juga turut mengikuti langkah PLN.

Dirinya juga memastikan, PLN tak perlu khawatir dengan integrasi data ini, lantaran pihaknya tidak akan menyalahgunakan data pajak perusahaan. "Jadi kami tidak bisa sendirian, dalam mengumpulkan pajak. Kami butuhkan banyak pihak," kata dia dalam kesempatan yang sama.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini