Bergabung Sejak 1981, Wanita Ini Mundur dari CEO IBM

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 320 2161256 bergabung-sejak-1981-wanita-ini-mundur-dari-ceo-ibm-qv4HQtSyog.jpg CEO IBM Mundur (Foto: CNBC)

JAKARTA – Menjadi CEO dan Presiden International Business Machines (IBM) sejak 2012 atau 8 tahun lalu, Virginia ‘Ginni’ Rometty mundur dari jabatannya. Rometty bergabung di IBM sejak 1981.

Nantinya CEO IBM yang baru adalah Arvind Krishn yang berusia 57 tahun, merupakan salah satu eksekutif top di IBM yang telah bergabung sejak tahun 1990. Saat ini, dia adalah wakil presiden senior IBM untuk perangkat lunak cloud.

Sementara mantan CEO Red Hat, Jim Whitehurst akan menjadi Presiden IBM. IBM menyelesaikan akuisisi Red Hat senilai USD34 miliar pada bulan Juli 2019.

Pasca-pengumuman ini, saham IBM melonjak 5% pada perdagangan Kamis waktu setempat. Perubahan komposisi ini berlaku pada 6 April. Demikian dilansir CNBC, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Rometty yang sudah usia 62 tahun juga pernah memiliki tanggung jawab dalam penjualan, pemasaran, dan strategi IBM. Rometty bahkan belajar ilmu komputer dan teknik listrik di Northwestern University.

Biografinya resmi tertera di laman IBM guna memujinya sebagai pemimpin ‘integrasi yang sukses dari PricewaterhouseCoopers Consulting dan menciptakan tim global yang terdiri lebih dari 100.000 konsultan bisnis serta pakar layanan’.

Di bawah kepemimpinan Rometty, IBM menjadi layanan cloud terbesar dan sempat mengungguli Lenovo yang mulai dijual pada tahun 2014. Walau tergolong sukses, selama masa jabatannya sebagai CEO, saham IBM telah turun sekitar 26% padahal indeks S&P 500 telah tumbuh sebesar 160%.

Pada tahun 2018, total kompensasi Rometty lebih dari USD17,5 juta. Meskipun tidak menjadi CEO IBM, Rometty akan tetap menjadi ketua eksekutif perusahaan hingga akhir tahun ini saat pensiun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini