nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesadaran Menabung Milenial Terus Meningkat, Ini Buktinya

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 15:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 320 2161302 kesadaran-menabung-milenial-terus-meningkat-ini-buktinya-g4j2nmyerQ.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA – Kesadaran menabung para generasi milenial tampaknya terus meningkat. Saat ini banyak kaum milenial yang rajin menabung guna menambah keuangan mereka.

Bank of America melaporkan, hampir seperempat orang berusia 24-41 tahun yang menabung memiliki tabungan lebih dari USD100.000 atau setara dengan Rp1,37 miliar (dalam kurs Rp13.651), angka ini naik 16% ketimbang periode 2018.

 Baca juga: Tips Sederhana Membuat Anggaran Keuangan

"Milenium hari ini lebih serius tentang keuangan mereka daripada yang kita lihat secara historis, mereka memiliki ketajaman lebih secara finansial dari yang diduga orang." kata Kepala Lingkungan Global, Sosial dan Pemerintahan di Bank of America Andrew Plepler, melansir dari CNN, Jumat (31/1/2020).

Lebih dari setengah milenial secara teratur memeriksa saldo akun atau melacak pengeluaran mereka, sebanyak 46% keuangan mereka digunakan untuk membayar kartu kredit mereka setiap bulannya. Dalam satu tahun terakhir ini mereka telah meningkatkan skor kredit hampir sebanyak 40%.

 Baca juga: Mau Pensiun dengan Keadaan Kaya Raya? Ikuti Tips Ini!

Selain menabung, generasi milenial juga melakukan penghematan, yang bertujuan untuk menambah dana pensiun. sebanyak 75% orang menyebutnya sebagai prioritas utama mereka.

"Pensiun adalah titik penekanan yang nyata, generasi millenial telah melihat orang tua mereka dan budaya di sekitar mereka mengalami krisis keuangan. Mereka lebih sadar betapa pentingnya mempersiapkan diri," kata Plepler.

Tujuan yang lainnya adalah membeli rumah, sebanyak 41% dari Gen Z (di bawah 24) dan 40% dari milenial muda (usia 24 hingga 30) menabung untuk membeli rumah. Sebesar 82% milenial lebih suka membeli rumah yang lebih kecil daripada rumah yang lebih besar dan biayanya di atas anggaran mereka.

Baca juga:  Hadapi Tahun Baru, Simak 5 Tips Ini untuk Kelola Keuangan!

"Saya pikir rumah itu masih menjadi aset utama yang menetapkan tujuan untuk populasi ini, mereka melihatnya sebagai bagian dari stabilitas mereka dalam kehidupan dan juga membangun kekayaan," ungkap Pleper

Walaupun banyak milenial yang menimbun kekayaan dengan tabungan mereka, ternyata sebanyak 27% dari para milenial ini lebih suka menunda untuk menabung, bahkan ada yang memilih untuk tidak menabung sama sekali. Lebih dari tiga perempat dari semua milenium dibebani dengan utang dan 16% memiliki utang lebih dari USD50.000 atau setara dengan Rp682 juta, angka ini belum termasuk hipotek.

"Jika kamu berjuang akan tetapi kamu berhutang, sangat sulit untuk melampaui perjuangan itu," katanya.

Lebih dari tiga perempat milenial yang memiliki hutang mengatakan hal itu mencegah mereka untuk mencapai tujuan pribadi dalam hal keuangan mereka. Akibat dari utang, 42% mengatakan mereka tidak dapat membeli rumah, 21% menunda menikah dan 21% menunda memiliki bayi.

Mungkin utang juga bisa membuat orang menunggu lebih lama untuk memulai bisnis atau pindah ke pekerjaan yang lebih memuaskan. Utang juga dapat mencegah 18% orang untuk hidup sendiri tanpa dukungan dari keluarga dan teman.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini