Share

Ada Virus Korona, Bagaimana Ekspor RI ke China?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 320 2162527 ada-virus-korona-bagaimana-ekspor-ri-ke-china-Rph5YGtShe.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, wabah virus korona bisa berdampak pada perdagangan Indonesia ke China. Menurutnya, pada ekspor dan impor dengan China juga dinilai akan mengalami perubahan jika dibandingkan dengan realisasi di bulan-bulan sebelum terjadinya wabah virus korona.

Meski demikian, dia belum dapat memastikan seberapa besar pengaruhnya lantaran masih perlu melakukan penghitungan.

"Kami akan lihat seberapa besar pengaruhnya, kami belum tahu. Memang ekspor utama Indonesia adalah ke China, semua impor utama juga ke China. Jadi apa yang terjadi di China pasti akan berpengaruh kepada permintaan dan juga pengiriman barang," kata Suhariyanto dalam konferensi pers Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Menkominfo Sebut Penyebar Hoaks soal Virus Korona Bisa Dijerat Hukum

Untuk diketahui, BPS mencatat laju ekspor pada Desember 2019 sebesar USD14,47 miliar. Secara tahunan, realisasi ini mengalami kenaikan 1,28% dibandingkan ekspor pada Desember 2018 yang sebesar USD14,29 miliar. Begitu pula bila dibandingkan secara bulanan, dengan ekspor November 2019 yang sebesar USD13,95 miliar maka mengalami kenaikan 3,77%.

Laju ekspor migas di Desember 2019 sebesar USD1,16 miliar, turun tajam 31,93% secara tahunan, namun naik 12,19% secara bulanan. Sementara ekspor nonmigas tercatat sebesar USD13,31 miliar, naik 5,78% secara tahunan, juga naik 3,10% secara bulanan.

Baca Juga: Kemenkes Periksa 34 Sampel Suspect Terindikasi Virus Korona, Hasilnya Negatif

Menurut sektor nonmigas, secara tahunan ekspor produk pertanian sebesar USD370 juta naik 24,5% secara tahunan, juga naik 10,24% secara bulanan. Lalu ekspor produk industri pengolahan tercatat USD10,86 miliar, naik 6,85% secara tahunan maupun secara bulanan naik 2,57%.

Sedangkan untuk produk pertambangan dan lainnya sebesar USD2,08 miliar, mengalami penurunan 1,91% secara tahunan, namun naik 4,71% secara bulanan. Ekspor nonmigas memang menyumbang 91,97% dari total ekspor di Desember 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini