BPS Pastikan Virus Korona Berdampak pada Jumlah Wisman

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 320 2162532 bps-pastikan-virus-korona-berdampak-pada-jumlah-wisman-At4k9Ed6O4.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan pelarangan bagi semua pendatang yang tiba dari China, serta menetapkan penundaan penerbangan dari dan ke China. Hal ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus korona ke Indonesia.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, wabah virus korona tentunya akan berdampak pada perdagangan dan jumlah kunjungan wisawatan mancanegara (wisman) ke Indonesia, mengingat China merupakan salah satu negara mitra utama Indonesia. Dampak akan semakin terasa didorong dengan kebijakan baru pemerintah tersebut.

Baca Juga: Ada Virus Korona, Bagaimana Ekspor RI ke China?

"Kalau dilihat ada larangan dari pemerintah untuk dari Chuna berkunjung kesini dan sebaliknya, pasti nanti akan berdampak," ujarnya dalam konferensi pers Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, hingga saat ini dampak dari pelarangan pemerintah terkait antisipasi korona, belum terlihat secara signifikan. BPS mencatat kunjungan wisman China pada Desember 2019 sebesar 154,2 ribu kunjungan.

Baca Juga: Peretas Manfaatkan Wabah Virus Korona Sebarkan Malware

Adapun sepanjang 2019 jumlah kunjungan wisman dari China tercatat sebanyak 2,07 juta kunjungan. Angka tersebut berkontribusi sekitar 12% dari total kunjangan wisman ke Indonesia yang sebanyak 16,10 juta di 2019.

China memang masih memegang jumlah kunjungan wisman tertinggi ke Indonesia. Melihat besarnya kontribusi China, Suhariyanto memastikan virus korona akan berdampak signifikan pada pergerakkan jumlah kunjungan wisman ke dalam negeri.

"Nanti karena ada larangan pasti akan mempengaruhi jumlah wisman (ke Indonesia), karena hampir 12% dari China, itu lumayan tinggi," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini