Para analisis saham juga sudah lama meminta Google untuk merilis penghasilan YouTube secara terpisah keran melihat peluang bisnis periklanan yang tinggi.
Sedangkan untuk Cloud yang notabenenya sebagai bisnis yang lebih sedikit peluangnya daripada YouTube namun berhasil tumbuh cepat daripada Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure. Pada Juli 2019 lalu, Cloud saja sudah mencapai USD8 miliar atau Rp110 triliun sebagai pendapatannya.
Langkah untuk melaporkan laba pendapatan Google pun muncul usai CEO Sundar Pinchai menjabat sebagai CEO Alphabet usai Larry Page mengundurkan diri pada Desember lalu.
Google sendiri juga diawasi dengan ketat oleh pengawas federal setempat. Bahkan terdapat koalisi berisi 50 jaksa agung dari berbagai negara bagian yang secara terang-terangan akan mengawasi Google.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.