Data SLIK Dijual untuk Bobol Rekening Nasabah, Begini Kata OJK

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164314 data-slik-dijual-untuk-bobol-rekening-nasabah-begini-kata-ojk-f1pwz3KN3W.jpg Otoritas Jasa Keuangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap 8 pelaku pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang. Salah seorang pelaku Hendri Budi Kusumo diketahui menjadi pintu masuk pelaku membobol rekening tersebut.

Sebagai pegawai BPR Bintara Pratama Sejahtera, Hendri dengan mudah mendapat data nasabah melalui Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah itu, dirinya menjual dana nasabah seharga Rp100.000.

Baca Juga: Pelaku Pembobol Rekening Ilham Bintang Jual Slik OJK Rp100 Ribu per Data

Menyikapi penjualan dana nasabah yang ada di SLIK, Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot angkat bicara terkait masalah ini. Dirinya menegaskan bahwa SLIK berisi data fasilitas pinjaman debitur dan bukan data simpanan nasabah.

"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar ,yang menyatakan bahwa terdapat oknum bank yang menyalahgunakan data SLIK. Dengan ini OJK menegaskan bahwa SLIK merupakan sistem pelaporan dari LJK (Lemabaga Jasa Keuangan) kepada OJK yang berisi data fasilitas pinjaman debitur dan bukan data simpanan nasabah," tulisnya, dalam keterangan, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga: Polisi Tangkap 8 Pembobol Rekening Ilham Bintang

Maka dari itu, Sekar bersama dengan OJK siap membantu pihak Kepolisian menyelesaikan kasus ini. "OJK akan membantu pihak kepolisian untuk dapat segera mengungkap kasus ini," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Pembobolan itu bisa berjalan lancar lantaran pelaku menggunakan Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kanit 2 Subdit 4 Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono mengatakan, salah seorang pelaku Hendri Budi Kusumo menjadi pintu masuk untuk mendapatkan SLIK OJK tersebut. Dia bekerja di salah satu bank yakni Bintara Pratama Sejahtera (BPR).

Dalam mengumpulkan Slik OJK tersebut Hendri dibantu oleh dua tersangka lain yakni Heni dan Rifan. Keduanya telah menjual data nasabah sejak Januari 2019 seharga Rp100.000.

"Oknum yang menjual Slik OJK per data, dia (Hendri) menjual seharga Rp100.000 dari awal tahun 2019 sampai Desember 2019," kata Hendro di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini