Kronologi SLIK OJK Bisa Bocor ke Pembobol Rekening Ilham Bintang

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164315 kronologi-slik-ojk-bisa-bocor-ke-pembobol-rekening-ilham-bintang-sCPd25omaE.jpg Pembobolan data (Shutterstock)

JAKARTA - Polisi akhirnya mengungkap kasus pembobolan rekening milik wartawan senior Ilham Bintang. Pembobolan itu pun dilakukan secara teratur dengan menggunakan Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku berjumlah hingga 8 orang. Di mana, delapan orang, yakni Desar (27), Teti (46), Wasno (52), Arman (53), Jati (33), Hendri (24), Rifan (25), dan Heni (25).

 Baca juga: Tips Hindari Pencurian Data ATM Melalui Skimming

Adapun, otak pembobolan tersebut dilakukan oleh Desar (27). Tapi bagaimana seorang pria 27 tahun ini bisa menguras rekening bank Ilham Bintang?

Merangkum dari beberapa berita Okezone, Jakarta, Kamis (6/2/2020), untuk melakukan pembobolan tersebut, Desar awalnya membeli data nasabah bank dan juga membeli Sistem Laporan Informasi Keuangan (Slik) OJK. Data itu nantinya digunakan untuk mencari target korbannya.

 Baca juga: OJK Imbau Nasabah Rutin Ganti PIN ATM untuk Hindari Pembobolan

Data tersebut dibeli dari tersangka lainnya yakni Hendri (24) yang mana ia memiliki akses untuk mendapatkan Slik OJK tersebut. Hal ini lantaran dirinya bekerja sebagai pegawai di Bank Bintara Pratama Sejahtera (BPR).

Dalam mengumpulkan SLIK OJK, Hendri dibantu dua tersangka lainnya yaitu Heni (25) dan Rifan (25). Dirinya menjual data SLIK sejak Januari 2019-Desember 2019 seharga Rp100.000.

Diketahui, Hendri telah menjual data SLIK OJK dengan meraup keuntungan Rp400 juta-Rp500 juta.

 Baca juga: Kasus Pembobolan Rekening, Ini Beda Skimming dengan Hacker

Dalam data tersebut, tersangka Hendri punya akses bisa dapat Slik OJK dengan data pribadi, nama lengkap yang memiliki rekening dan limit rekeningnya.

Setelah Desar mendapat seluruh data tersebut, ia meminta tersangka Wasno, Teti, dan Arman untuk membuat duplikat kartu simcard handphone milik korban di gerai Indosat di kawasan Jakarta Barat.

Tujuan duplikat itu sendiri, agar para pelaku bisa mengubah pasword rekening milik korbannya dengan melakukan perubahan setelah mendapat simcard yang telah di duplikat milik korban.

Namun, dalam pembuatan simcard di gerai tersebut membutuhkan KTP. Oleh sebab itu, Desar meminta tersangka lain yakni Jati untuk memalsukan KTP dan berhasil dilakukan.

Secara teknis, nomor Handphone didapat dari Hendri, dan membuat simcard baru. Salah satunya nomor HP Ilham Bintang yang mati dan ini dijadikan kesempatan untuk membuat simcard baru.

Singkatnya setelah berhasil membuat simcard baru milik Ilham Bintang, pelaku kemudian mulai membobol email korban, kemudian mengganti password m-banking milik korban dan menguras habis uang.

Setelah email terbuka keluarlah data Bank BNI dan Commonwealth yang dilaporkan Ilham Bintang, kalau 2 rekening beliau habis terkuras. Kerugian total dari Commonwealth Rp200 juta lebih, BNI Rp83 juta.

Dari BNI sudah mengembalikan sebanyak Rp83 juta ke korban. Sementara itu, dari Commonwealth belum dapat keterangan lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini