Tips Hindari Pencurian Data ATM Melalui Skimming

ant, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 320 1876844 tips-hindari-pencurian-data-atm-melalui-skimming-X3VQ3mRpKQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

CIREBON - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Jawa Barat, memberikan tips kepada para pengguna ATM untuk terhindar dari pencurian data melalui skimming yang sedang marak akhir-akhir ini.

Kepala KPwBI Cirebon, Abdul Majid Ikram di Cirebon mengatakan, untuk mencegah terjadinya skimming, nasabah dapat melakukan beberapa cara di antaranya pilih lokasi ATM yang aman, pastikan terdapat CCTV di ruang ATM.

 Baca juga: OJK Imbau Nasabah Rutin Ganti PIN ATM untuk Hindari Pembobolan

"Selain itu juga sebelum bertransaksi, pastikan bahwa card reader yang asli memiliki desain cekung dan juga perhatikan card reader dalam kondisi baik tidak terdapat gores, Ionggar atau bengkok," kata Majid.

Majid melanjutkan bahwa PIN tidak dalam keadaan rusak atau bengkok, serta jangan lupa menutup tangan pada saat memasukan PIN, agar PIN yang dimasukkan tidak bisa diketahui orang Iain.

 Baca juga: Kasus Pembobolan Rekening, Ini Beda Skimming dengan Hacker

Begitu juga setelah bertransaksi, bukti transaksi harus disimpan atau dimusnahkan dan jangan sampai dibuang ditempat sembarangan.

"Nasabah juga mengganti PIN secara berkala dengan kombinasi nomor yang tidak mudah diketahui dan jangan memberikan PIN kepada pihak Iain," ujarnya.

 Baca juga: Uang di Rekening Hilang, Bos OJK: Banyak Pelajaran yang Dipetik

Yang perlu diperhatikan lagi kata Majid yaitu nasabah juga bisa mengganti di bank masing-masing kartu magnetic strip menjadi kartu mm atau cip.

Dan ketika ada oknum atau mesin ATM yang mencurigakan hendaknya melapor ke Bank.

Majid menambahkan Bank Indonesia sebagai otoritas memastikan sistem pembayaran berjalan dengan aman, andal dan mengedepankan perlindungan konsumen melalui kebijakan dan regulasi serta pengawasan dan pemeriksaan.

"Kami senantiasa melakukan Iangkah-langkah untuk memastikan bahwa sistem dan infrastruktur yang digunakan perbankan di bidang sistem pembayaran adaIah aman, andal dan efisien," kata Majid.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini