Butuh Rp10,7 Triliun untuk Listriki Seluruh Wilayah Indonesia

Hairunnisa, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 320 2164886 butuh-rp10-7-triliun-untuk-listriki-seluruh-wilayah-indonesia-P5IRBEYZWQ.jpg Ilustrasi Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah membuka peluang keterlibatan swasta untuk membangun pembangkit maupun transmisi dalam mendorong percepatan rasio elektrifikasi 100%.

Berdasarkan kalkulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total kebutuhan investasi untuk mencapai rasio elektrifikasi 100% sekitar Rp10,7 trilliun.

Baca Juga: Investor Amerika dan Afrika Dinilai Cocok Melistriki Daerah Tertinggal Indonesia

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo mengatakan, tidak bisa dipungkiri besarnya kebutuhan dana investasi dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Maka itu, dibutuhkan keterlibatan peran swasta.

"Arahan Pak Menteri (ESDM) coba dorong investor,” ujarnya, dalam keterangan Kementerian ESDM, Jumat (7/2/2020).

Lebih lanjut, Triharyo menjelaskan, skema penyediaan listrik di Indonesia Timur akan memanfaatkan dana desa yang dikelola Bada Usaha Milik Desa (BUMDes). Mekanisme yang dimungkinkan antara lain BUMDes menggandeng perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Baca Juga: Sederet Sanksi jika Telat Bayar Listrik 1 hingga 3 Bulan

Senada dengan Triharyo, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menegaskan, keterlibatan pihak swasta akan meringankan kondisi finansial Perusahaan Listrik Negara yang saat ini fokus pada penyelesaian Program 35.000 MW. Rida berharap PLN membuka peluang menggandeng pihak swasta demi mempercepat tujuan rasio elektrifikasi 100 persen.

"Butuh hampir Rp11 triliun untuk 2020 saja. Padahal PLN cuma mampu Rp2,1 triliun. Makanya kami membuka peran serta privat. 98,6 persen, sisanya itu emang di daerah 3T. Termasuk wilayah yang pulau kecil," ujar Rida.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini