nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

The Fed: Virus Korona Ancam Prospek Ekonomi Global

Minggu 09 Februari 2020 17:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 09 20 2165748 the-fed-virus-korona-ancam-prospek-ekonomi-global-TiuvrV5d7M.jpg Dolar (Reuters)

JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve menilai prospek ekonomi global terancam menyusul terjadinya wabah virus korona yang berasal dari China. Wabah virus ini sudah dirasakan lebih dari sebulan, setelah pertama kali ditemukan di Wuhan pada 31 Desember 2019.

Imbas virus tersebut pun semakin dirasakan oleh banyak pelaku bisnis. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan Jumat 7 Februari 2020, The Fed memperingatkan, virus ini merupakan sebuah risiko internasional.

 Baca juga: Dampak Virus Korona Terus Meluas, Kian Mengancam Perekonomian China dan Global

“Munculnya virus korona bisa mengarah pada gangguan di China yang akan mempengaruhi ekonomi global," tulis The Fed dalam laporannya seperti dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (9/2/2020).

Pakar ekonomi mencatat, semakin lama perebakan virus dan penutupan kota Wuhan berlangsung, maka semakin buruk kerusakan pada ekonomi global. Hal ini diakibatkan bergantungnya ekonomi global pada mata rantai pasokan yang mengaitkan China dengan mitra-mitra dagangnya di seluruh dunia.

 Baca juga: Perekonomian Terdampak Virus Korona, Apa yang Dapat Dilakukan Pebisnis?

Merebaknya virus ini telah mengacaukan industri perjalanan, mengancam kerugian bernilai miliaran dolar, dan menyebabkan jutaan turis tidak jadi bepergian.

Pemerintahan Trump mengakui Jumat (7/2/2020) bahwa virus ini bisa menunda beberapa pembelian produk AS oleh China berdasarkan persetujuan perdagangan interim yang dicapai dengan AS.

Sekedar diketahui, hingga 9 Februari 2020 jumlah korban yan tewas akibat virus korona mencapai 813 jiwa yang tersebar di berbagai negara. Terbanyak ada di daratan China dengan korban tewas sebanyak 811 jiwa.

 Baca juga: Ekonomi Dunia Melambat, Jokowi: Kerja Biasa-Biasa akan Sangat Berbahaya

Total kematian virus korona jenis baru atau 2019-NCoV itu melewati jumlah kematian yang disebabkan wabah saluran pernapasan akut (SARS) pada 2002-2003. Pada masa itu, merujuk data Organisasi Kesehatan Kesehatan (WHO), SARS telah membunuh 774 di berbagai negara.

Melansir laman Komisi Kesehatan China, Minggu (9/2/2020), laporan kematian terbaru akibat virus korona berasal dari 31 daerah.

"81 di antaranya berada di Provinsi Hubei, dua di Henan serta satu di Hebei, Heilongjiang, Anhui, Shandong, Hunan dan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang," lapor Komisi Kesehatan China.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit sebanyak 600 orang. Total pasien virus korona yang dinyatakan sembuh berjumlah 2.649 orang.

Komisi Kesehatan China melaporkan, secara keseluruhan kasus virus korona yang dikonfirmasi di China daratan mencapai 37.198. Selain itu, terdapat 6.188 pasien dalam kondisi parah, dan 28.942 orang dicurigai terinfeksi virus.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini