Minggu lalu, Fiat Chrysler mengatakan memiliki satu pabrik di Eropa yang beresiko kekurangan suku cadang dalam dua hingga empat minggu ke depan. Sedangkan pembuat mobil lainnya CEO General Motors mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi di China. Dirinya menilai terlalu dini untuk mengatakan dampak terhadap operasi global mereka.
"Ini situasi yang sangat berubah-ubah," ujar CEO GM Mary Barra
Walaupun pabrik memutuskan untuk membuka kembali operasionalnya, Dunne menilai akan adanya ketidakjelasan pengoperasian seperti sedia kala. Hal ini dikarenakan akan ada kurangnya tenaga kerja potensial atau dalam skenario terburuk penyebaran penyakit lebih lanjut.
"Mereka seharusnya mulai kembali bekerja hari Senin. Tapi meskipun begitu, itu akan menjadi perhentian awal. Beberapa kota akan memiliki blokade jalan, beberapa kota tidak akan memiliki penerbangan. Kita akan berada dalam waktu yang menarik mulai minggu ini." pungkas Dunne.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)