Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pabrik Suku Cadang China Tutup, Produksi Mobil Global Tersendat

Irene , Jurnalis-Senin, 10 Februari 2020 |13:00 WIB
Pabrik Suku Cadang China Tutup, Produksi Mobil Global Tersendat
Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Wabah virus korona kian berdampak pada seluruh sektor perekonomian dunia. Akibat virus mematikan itu, pabrik mobil di seluruh dunia tutup karena kekurangan pasokan suku cadang dari China

China adalah pemasok utama suku cadang untuk pabrik mobil di seluruh dunia. Menurut data PBB, negara dengan julukan tirai bambu ini mengirimkan hampir USD35 miliar suku cadang di Tahun 2018.

Sedangkan menurut Administrasi Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan, di tahun 2018, ada sekitar USD20 miliar komponen dari China diekspor ke Amerika Serikat. Beberapa dijual di toko eceran onderdil mobil dan sebagian besarnya disalurkan ke jalur perakitan dan digunakan untuk membuat mobil.

 Baca Juga: Imbas Virus Korona, DBS Pangkas Proyeksi Ekonomi Singapura ke 0,9%

Dengan ditutupnya pabrikan di China menyusul masih gentingnya wabah virus, para ahli khawatir tentang rantai pasokan industri mobil. Hal ini dikarenakan pabrikan di seluruh dunia begitu bergantung pada suku cadang dari China.

"Saya akan mengharapkan untuk melihat dampak global berjenjang pada akhir Februari jika produksi China tidak kembali [minggu ini]. Semua produsen mobil mengalami perang rantai pasokan yang sedang berlangsung saat ini untuk menentukan apa yang dapat mereka lakukan. Tetapi China sangat besar, tidak ada cara mereka tidak dapat terpengaruh," ujar Kristin Dziczek, Wakil Presiden Pusat Riset Otomotif, seperti dilansir dari CNN, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Simak 7 Potret di Kawasan Ekonomi China

Sejauh ini sebagian besar pabrik perakitan otomatis di China tutup. Sementara beberapa pabrik mobil kenamaan dunia pun berencana melakukan hal serupa menyusul tidak adaannya pasokan suku cadang dari China.

Volkswagen mengumumkan akan menutup pabrik mobil di China karena pembatasan perjalanan ke sana dan sebagian karena kurangnya suku cadang. Sedangkan Hyundai memutuskan untuk menghentikan operasional pabrik perakitannya di Korea Selatan karena tidak adanya pasokan suku cadang.

Minggu lalu, Fiat Chrysler mengatakan memiliki satu pabrik di Eropa yang beresiko kekurangan suku cadang dalam dua hingga empat minggu ke depan. Sedangkan pembuat mobil lainnya CEO General Motors mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi di China. Dirinya menilai terlalu dini untuk mengatakan dampak terhadap operasi global mereka.

"Ini situasi yang sangat berubah-ubah," ujar CEO GM Mary Barra

Walaupun pabrik memutuskan untuk membuka kembali operasionalnya, Dunne menilai akan adanya ketidakjelasan pengoperasian seperti sedia kala. Hal ini dikarenakan akan ada kurangnya tenaga kerja potensial atau dalam skenario terburuk penyebaran penyakit lebih lanjut.

"Mereka seharusnya mulai kembali bekerja hari Senin. Tapi meskipun begitu, itu akan menjadi perhentian awal. Beberapa kota akan memiliki blokade jalan, beberapa kota tidak akan memiliki penerbangan. Kita akan berada dalam waktu yang menarik mulai minggu ini." pungkas Dunne.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement