nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Gelontorkan Dana Rp1,45 Triliun untuk Petani dan Nelayan RI

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 13:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 320 2166098 arab-saudi-gelontorkan-dana-rp1-45-triliun-untuk-petani-dan-nelayan-ri-EI8X2QAyxd.jpg MoU Bayarind Artha Internusa dengan Indonesia Mecca Tower. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Arab Saudi mengucurkan dana Rp1,45 Triliun untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan petani di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota Kesepamahaman dalam rangka kerangka pelaksanaan proyek prioritas strategis RPJMN 2020-2024 tentang penguatan Jaminan Usaha serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan antara PT Indonesia Mecca Tower dengan PT Bayarind Artha Internusa meliputi Kerja sama Pengembangan Digitalisasi Rantai Pasok Pangan dengan Sistem Dompet Elektronik berbasis Syariah ini mendukung Major Project Penguatan Jaminan Usaha serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan dengan total investasi sebesar Rp 1,45 Triliun.

Baca Juga: Ke Australia, Presiden Jokowi Akan Jadikan Canberra Inspirasi Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, penandatanganan nota kesepamahaman ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan baik pendapatan maupun produktivitas komoditas petani dan nelayan.

Selain itu, kerjasama ini juga sebagai salah satu batu loncatan untuk menuju perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan pertanian dan perikanan dari ketergantungan menjadi mandiri.

"Gagasan besar tentang korporasi petani tidak dapat dilepaskan dari kondisi saat ini, terdapat 1.029 klaster kawasan produksi komoditas pertanian yang belum terintegrasi dengan akses pasar. Dari sisi input, akses petani dan nelayan terhadap sumber daya produktif juga rendah, salah satunya ditunjukkan dengan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sektor pertanian yang baru mencapai 23 persen,” ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Tindak Lanjuti IA-CEPA, Presiden Jokowi Ingin Tingkatkan Perdagangan RI-Australia

Menurut Suharso, penandatanganan nota kesepamahanan ini juga sebagai langkah strategis tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. Oleh karena itu, Kementerian PPN/Bappenas mengambil peran penting di dalam memperkuat creative financing, yaitu dengan menggali sumber-sumber pembiayaan yang tidak hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga dari pihak swasta dan masyarakat, termasuk di dalamnya lembaga internasional, dengan tetap memperhatikan aspek kedaulatan dan kemandirian nasional.

Salah satu upaya penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan di dalam Proyek Prioritas Strategis (Major Project) adalah proyek digitalisasi rantai pasok pangan berbasis e-Wallet syariah. e-Wallet Syariah merupakan sistem pembayaran secara elektronik dengan menggunakan aplikasi digital yang akan memudahkan para petani dan nelayan untuk bisa membeli kebutuhan sehari-hari dan keperluan produksi, tanpa harus menunggu pendapatan dari hasil panen dan tangkap.

Sistem aplikasi ini tidak memungut biaya dan hanya mendapatkan imbalan dari metode bagi hasil yang berbasis syariah. Penerapan sistem tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan yang dirumuskan Kementerian PPN/Bappenas di dalam menciptakan kesempatan petani dan nelayan sekaligus juga menjadi pemegang saham perusahaan yang berbasis syariah serta upaya di dalam memperkuat keuangan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Nota Kesepahaman ini menyepakati langkah nyata di dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani dan nelayan, produktivitas komoditas petani dan nelayan, serta kemandirian dan profesionalisme petani dan nelayan itu sendiri. Kami berharap kerja sama ini memberikan dampak positif bagi pembangunan pertanian dan perikanan secara luas serta memperkuat keuangan inklusif dengan meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” kata Suharso.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini