nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir ke Semua BUMN: Tolong Koordinasi dan Bantu Antisipasi Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 18:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 10 320 2166289 erick-thohir-ke-semua-bumn-tolong-koordinasi-dan-bantu-antisipasi-virus-korona-opbVpoaEeE.jpg Virus Korona Mewabah di China. (Foto: Okezone.com/Business Insider)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengimbau semua perusahaan negara untuk meningkatkan koordinasi, sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Dirinya menginstruksikan supaya semua BUMN siap.

Untuk diketahui, jumlah kematian akibat virus korona telah melampaui epidemi SARS pada 2003. Data terbaru menyebut setidaknya 803 orang meninggal akibat wabah ini. Mayoritas korban meninggal berada di China daratan dan Hong Kong.

Baca Juga: Virus Korona Menyebar, Erick Thohir: Kita Harus Waspada dan Bukan Menakut-nakuti

Dilansir dari BBC Indonesia, pada 2003 sebanyak 774 orang menjadi korban SARS (severe acute respiratory syndrome) di beberapa negara. Kini, sebanyak 34.800 terjangkit virus corona baru di seluruh dunia, dengan kejadian terbanyak terjadi di China.

Baca Juga: Erick Thohir Mau Pangkas Jumlah BUMN Jadi 100 Perusahaan

“Saya ingin bapak, ibu di BUMN, tolong saling koordinasi dengan Pelindo, Angkasa Pura, Garuda, tolong bantu," ucap Erick, di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sebenarnya, kata Erick, perusahaan BUMN sudah menyiapkan SOP sebagai antisipasi wabah virus corona. Seperti Angkasa Pura II menghentikan sementara semua rute penerbangan pesawat Indonesia–China di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kemudian Garuda Indonesia kembali menunda sementara rute penerbangan dari dan menuju China mulai 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB mendatang. Sementara itu penerbangan dari dan menuju Hong Kong masih dilayani dengan pengawasan penuh bersama dengan otoritas terkait.

Menurut Erick, diperlukan upaya cepat mengantisipasi dampak virus corona. Pasalnya, dampaknya berpengaruh besar pada perekonomian.

"Kita harus siap, waspada, bukan menakut-nakuti. Sebab kita sudah lihat dampak Singapura sekarang,” tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini