nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Mau Pangkas Jumlah BUMN Jadi 100 Perusahaan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 05 320 2163895 erick-thohir-mau-pangkas-jumlah-bumn-jadi-100-perusahaan-1pVokm8vTw.jpg Kementerian BUMN (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana memangkas jumlah perusahaan plat merah. Tercatat saat ini, jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan.

Baca Juga: Loto Srinaita Ginting, Anak Buah Sri Mulyani yang 'Dibajak' Erick Thohir

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut, pihaknya saat ini berupaya untuk mengurangi perusahaan plat merah. Di mana, BUMN harus memiliki dua model dalam berbisnis. Tidak hanya menumbuhkan aset, tapi juga harus menjalankan kewajiban publik.

"Jadi, atas dasar itu lah, kami (pemerintah), akan mengurangi jumlah BUMN dari 142 menjadi 100. Kami akan memerger mereka," ujar dia pada acara Mandiri Investment Forum 2020 di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Alasan Erick Thohir Tunjuk Jenderal Bintang Dua Jadi Deputi BUMNĀ 

Tiko sapaan akrabnya menjelaskan, Kementerian BUMN saat ini sebagai salah satu holding yang sangat kompleks. Bahkan, pihaknya mengaku belum menemukan adanya holding di dunia ini yang mengatur perusahaan seberagam perusahaan milik negara di tanah air.

"Kami punya perusahaan editor film, Perum PFN. Lalu, penerbit buku, Balai Pustaka. Banyak yang harus dimerger," ungkap dia.

Dia juga menambahkan, langkah awal untuk pengurangan jumlah BUMN adalah dengan melakukan portofolio review. Hal itu sesuai dengan apa yang pernah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin BUMN lebih ramping dan efektif.

"Nah, nanti kita lihat portofolionya mana yang bisa create value, mana yang PSO. Nah, yang tidak meng-create value dan tidak ada fungsi sosial yang besar kita mau gabungkan atau kita mau likuidasi," kata dia.

Namun, lanjut dia, pihaknya menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan, apabila jumlah perusahaan akan di-merger.

"Mungkin ada yang bisa ditaruh di PPA. Di mana PPA juga efektif sebagai agent unyuk restrukturisasi. Misalnya nanti kita harus gabungkan dan sebagainya. Ini kita masih tunggu kewenangan," tandasnya

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini