nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Minta Belanja Kementerian Dipercepat, Ini Kata Sri Mulyani

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 17:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 11 20 2166861 presiden-jokowi-minta-belanja-kementerian-dipercepat-ini-kata-sri-mulyani-Zmk4T1z0sL.jpg Sri Mulyani (Facebook)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh menteri kabinet Indonesia Maju untuk memaksimalkan belanja kementerian dan lembaga. Namun, apa saja yang bisa disegerakan?

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta seluruh kementerian lembaga turut membantu untuk mempercepat belanja. "Terutama yang bisa dieksekusi secara cepat dan langsung memengaruhi masyarakat," ujarnya usai sidang Paripurna di Istana Bogor, Bogor, Selasa (11/2/2020).

 Baca juga: Antisipasi Dampak Ekonomi dari Korona, Presiden Jokowi Minta Kementerian Segera Belanjakan Anggaran

Dirinya pun melaporkan beberapa belanja kementerian lembaga per 31 Januari sudah dicairkan Rp30,9 triliun.Adapun rinciannya adalah untuk belanja barang 3,3 triliun, belanja modal 1,9 Triliun, belanja bantuan sosial 13,2 triliun, dan belanja pegawai 12,5 triliun.

Sementara itu, belanja yang bisa didorong, lanjut Sri, adalah belanja dana desa yang sampai tanggal 10 Februari sudah lebih dari Rp586 miliar yang sudah dicairkan naik dibandingkan tahun lalu di Bulan Februari yang mencapai Rp317 miliar. Selain itu, berkordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk melakukan pencairan langsung kepada rekening sekolah untuk Biaya Operasional Sekolah (BOS).

 Baca juga: Imbas Virus Korona, Harga Pangan di China Naik Tinggi

"Tujuannya adalah agar seluruh anggaran pemerintah yang sudah ada di dalam APBN, bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berputar sehingga mendorong perekonomian di Indonesia," ujarnya.

Selain kedua tersebut, lanjut Sri, ada beberapa anggaran yang bisa lebih dipercepat lagi, yaitu PKH yang sudah Rp7 triliun dari target Rp29 triliun.

"Ini semuanya adalah belanja yang bisa dipercepat dalam rangka untuk mendorong," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini