nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Menyerang, RI Bakal Stop Penerbangan ke Singapura?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 12:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 320 2166633 virus-korona-menyerang-ri-bakal-stop-penerbangan-ke-singapura-93mCIYjvy5.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan masih belum memutuskan apakah akan menghentikan penerbangan dari dan menuju Singapura. Meskipun Singapura saat ini menaikkan status virus korona menjadi oranye.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai penghentian penerbangan dari dan menuju Singapura.

"Belum ada pembahasan ke sana. Kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Imbas Virus Korona, Erick Thohir Minta Garuda Gunakan Pesawat Kapasitas Besar untuk Domestik

Meskipun begitu lanjut Novie, pemerintah sudah melakukan pengetatan di semua terminal kedatangan di semua bandara di Indonesia. Bahkan, pemerintah juga sudah menstop sementara penerbangan dari dan menuju China.

Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian khusus kepada angkutan kargo yang melalui jalur udara. ada beberapa langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk penanganan pesawat asal China yang mengakut kargo menuju Indonesia. Pertama adalah Bandara yang melayani kargo dari China wajib menentukan isolated parking area.

Baca Juga: Fakta Terbaru Virus Korona, Korban Bertambah hingga Obat Sudah Ditemukan

Kemudian lanjut Novie terhadap pesawat kargo yang datang dari China akan dilakukan prosedur khusus dengan melibatkan Air Traffic Control (ATC), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan personel ground handling. Dalam hal ini personel yang menangani kargo tersebut wajib menggunakan pakaian anti virus, sarung tangan,dan masker sesuai petunjuk dr KKP dan instansi yang berwenang.

Kemudian yang ketiga adalah Badan Usaha Angkutan Udara dan Perusahaan Angkutan Udara wajib memberikan manifest kru dan kargo yang diangkut kepada kepala bandar udara. Nantinyadata tersebut akan diberikan kepada KKP, instansi yang berwenang dan juga ground handling.

Lalu ATC yang bertugas harus memberitahukan kedatangan pesawat udara dimaksud kepada Kepala Bandar Udara. Kemudian yang langkah kelima adalah Kepala Bandar Udara memastikan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan instansi berwenang untuk melakukan pembersihan (disinfeksi) terhadap pesawat udara, kru pesawat dan barang bawaannya, serta kargo sesuai SOP yang berlaku.

Dan terakhir adalah Kru Pesawat Udara tidak boleh turun dari pesawat udara selama pesawat udara on the ground. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan agar seluruh langkah ini bisa dijalankan.

"Antisipasi sudah semua bandara kita periksa pelabuhan semua diperiksa. Kita evaluasi terus," ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini