Ketersediaan Air Bersih di Ibu Kota Baru Jadi Sorotan, Kenapa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 11 470 2166850 ketersediaan-air-bersih-di-ibu-kota-baru-jadi-sorotan-kenapa-gZMnDR0djM.jpg Air Bersih (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur (Kaltim) perlu kajian lebih mendalam lagi oleh pemerintah. Khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih.

Baca Juga: Ada Isu Jakarta Jadi Ibu Kota Berakhir di 2020, Ini Kata Mendagri

Dosen Universitas Gadjah Mada Bagas Pujilaksono mengatakan, persoalan air menjadi catatan yang sangat penting dalam proses pemindahan ibu kota baru nanti. Mengingat air tanah yang ada disana sangat terbatas sekali.

"Airnya susah sekali mendapatkan air tanah dan air permukaan tidak banyak. Maka saran saya ke pemerintah perlu melakukan kajian yang lebih detil oleh lembaga internasional," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Bappenas, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Badan Otoritas Ibu Kota Baru Segera Dibentuk, Siapa Pemimpinnya?

Menurut Bagas, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan air laut mengingat letaknya yang cukup berdekatan dengan ibu kota baru. Nantinya, air laut ini bisa dikelola dengan cara menghilangkan kadar garamnya agar menghasilkan air bersih yang layak digunakan.

"Pemerintah harus menyiapkan skenario paling ekstrem untuk persediaan air. Misalnya desalinasi air laut. Karena kan air tanahnya enggak banyak," jelasnya.

Menurutnya, kualitas air dari desalinasi air laut tak kalah bagusnya dari air tanah. Bagas menambahkan, usulan tersebut bisa dijadikan pertimbangan oleh pemerintah dalam memastikan ketersediaan air bersih di ibu kota baru.

Sebab menurutnya, tanpa alternatif penyediaan air yang lain, bukan tidak mungkin jumlah air pada musim tertentu akan terbatas. Apalagi, akan ada 2 juta penduduk yang akan pindah dari Jakarta menuju ke Kalimantan.

"Apakah kita harus memikirkan kalau 2 juta orang kesana. Masalah serius. Harus ada air di sana. Bagaimana kalau enggak ada air," kata Bagas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini