nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datangi DPR, Airlangga hingga Sri Mulyani Serahkan Draft RUU Cipta Lapangan Kerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 14:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 12 20 2167302 datangi-dpr-airlangga-hingga-sri-mulyani-serahkan-draft-ruu-cipta-lapangan-kerja-8G8REDV7rM.jpg Sri Mulyani datangi DPR (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)

JAKARTA - Pemerintah menyerahkan Surat Presiden mengenai penyampaian tentang Cipta Kerja kepada ketua DPR RI Puan Maharani pada hari ini di Gedung Sekertariat Jenderal DPR. Penyerahan dilakukan oleh sejumlah Menteri Ekonomi kabinet Indonesia maju.

Dari pantauan Okezone Rabu (12/2/2020), sejumlah Menteri sudah hadir di DPR sejak pukul 13.00 WIB. Adapun beberapa Menteri yang hadir adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, dan Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly.

 Baca juga: RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Diserahkan ke DPR Siang Ini

Setelah ini, nantinya draft RUU ini akan dibawa menuju Badan Musyawarah (Bamus). Setelah itu, Bamus akan menentukan siapa yang akan membahas tersebut.

Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan, dirinya menemani Menko Airlangga untuk menyerahkan draft RUU tersebut. "Iya mau menemani pak Menko saja," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

 Baca juga: Buruh Dijanjikan Bonus Lima Kali Gaji, Bagaimana Skemanya?

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, rancang Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja akan diserahkan oleh pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siang hari ini.

"Insya Allah, Pak Airlangga (Menko Ekonomi) meminta saya menemani beliau menyampaikan ke DPR jam 13.00 WIBN, awalnya jam 11.00 WIB. (Mudur) karena ratas (rapat terbatas di Istana)," ujarnya di Istana Kepresidenan hari ini.

 Baca juga: Daftar Negara Paling Ramah untuk Memulai Bisnis, Selandia Baru Juaranya!

Dia melanjutkan, RUU ini akan diserahkan kepada ketua DPR. Untuk selanjutnya, dibahas oleh pawa wakil rakyat tersebut.

"Prosedurnya UU ini sama dengan UU lain. Disampaikan ke pimpinan DPR, menyampaikan ada surat masuk di paripurna ada surat presiden. Prosedurnya tidak dibedakan dengan yang lain. Dari paripurna dibawa ke Bamus (badan musyawarah), bamus menentukan siapa yang bahas," beber Ida.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini