Baca Juga: Stop Impor Produk China Bakal Ganggu Pasokan? Ini Kata Mendag
Padahal, kata Agus, scrap logam sangat-sangat dibutuhkan bagi bahan baku industri. Yang perlu dicermati adalah, kekurangan kebutuhan dipenuhi di dalam negeri, dengan nilai yang lebih tinggi.
"Itu kan lebih mahal billet yang diimpor dari luar negeri dibandingkan dengan billet yang diproduksi dalam negeri dengan menggunakan scrap logam impor. Itu lebih mahal USD100 per ton. maka kalau yang tadi saya sampaikan kebutuhan untuk scrap logam untuk bahan baku industri nasional untuk memproduksi billet itu sekitar 4 juta kebutuhannya, maka kalau selisih harga antara impor dan industri dalam negeri USD100 per tonnya kali 4 juta maka menghasilkan defisit sebesar USD400 juta," tuturnya.
(Feby Novalius)