Kemenkop Dorong UKM Indonesia Ekspor Produk Pertanian ke Afrika

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 320 2167516 kemenkop-dorong-ukm-indonesia-ekspor-produk-pertanian-ke-afrika-WrotitZjnD.jpg Acara IDX Channel (Foto: Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mendorong pelaku UKM dalam negeri mampu masuk ke pasar luar negeri. Salah satu yang sedang dijajaki adalah ekspor ke Afrika.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menyatakan, Afrika menjadi pangsa pasar yang potensial untuk produk pertanian Indonesia. Meski demikian, dirinya enggan menjelaskan secara rinci produk pertanian jenis apa saja yang bakal di dorong untuk ekspor.

 Baca juga: Jumlah BUMN Terbatas, Erick Thohir Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha

"Seperti ke Afrika, itu untuk produk pertanian," ujarnya dalam acara IDX Economic Forum Road Map UMKM 2020-2024 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (12/2/2020)

Selain produk pertanian, fesyen dan furnitur juga menjadi produk yang potensial untuk di ekspor. Negara lain yang juga jadi pasar ekspor produk Indonesia adalah India.

 Baca juga: Erick Thohir Bakal Rombak Lagi Direksi Bank BUMN

Kendati mendorong ekspor, lanjut Victoria, menjaga pasar dalam negeri juga menjadi hal yang penting. Menurutnya, penting untuk menjaga kualitas produk dalam negeri sehingga bisa bersaing dengan produk dari luar negeri.

Dengan demikian, produk dalam negeri juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri, meski banyaknya produk impor. "Kita juga harus jaga karena pasar kita, itu potensial bagi negara luar, jadi mestinya kualitas produk kita setara dengan yang mau di ekspor, supaya kita bisa memenangkan produk dari luar," katanya.

Baca juga: Virus Korona Menyebar, Erick Thohir: Kita Harus Waspada dan Bukan Menakut-nakuti

Menurutnya, saat ini UKM di Indonesia sebanyak 62 juta, namun tak bisa seluruhnya didorong untuk masuk ke pangsa ekspor. Fokus ekspor di dorong pada UKM kelas menengah.

"Karena mereka punya kapasitas sumber daya manusia dan finansial. Jadi bagaimana kita mendorong ekspor dan kedua menguasai pasar dalam negeri dengan subtitusi impor," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini