nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Virus Korona, Bakal Ada Insentif untuk Penerbangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 13 320 2167736 imbas-virus-korona-bakal-ada-insentif-untuk-penerbangan-00QoOYKNvH.jpeg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh stakeholder untuk memberikan insentif kepada maskapai. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari wabah penyebaran virus korona yang berimbas pada kunjungan jumlah wisatawan.

Menurut Budi, berdasarkan arahan dari Presiden Jokowi, seluruh pihak diminta untuk mendorong pemberian insentif agar tarif penerbangan bisa lebih murah. Khususnya tarif penerbangan yang menuju Bali, Manado dan Kepulauan Riau yang jumlah penumpangnya anjlok.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya: PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi Pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif. Tidak mungkin Pemerintah melakukan sendiri. Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Kamis (13/2/2020).

 Baca Juga: Dampak Virus Korona, Jumlah Wisatawan di Bali Turun Drastis

Menurut Menhub, nantinya juga akan ada insentif yang disiapkan oleh pemerintah agar tiket penerbangan bisa jauh lebih murah. Saat ini wacana pemberian insentif ini tengah dibahas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

“Dalam beberapa hari ini kami akan membuat suatu klarifikasi, dan akan kami usulkan ke Presiden minggu depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menhub menyebut maskapai yang mempunyai rute-rute ke mainland China dan Singapura adalah yang paling terdampak. Prediksi Menhub telah terjadi penurunan sekitar 30% pada maskapai-maskapai tersebut.

 Baca Juga: Presiden Xi Yakinkan Jokowi China Akan Menang Dalam Perang Melawan Virus Korona

“Kita memang belum bisa memastikan kerugiannya sendiri, yang punya masalah itu rata-rata adalah yang berhubungan dengan mainland China dan Singapura. Yang lainnya sebenarnya relatif masih baik. Tetapi karena penerbangan ini juga ada sebagian ke Tiongkok kira-kira 30%, jadi berkurang rata-rata 30%,” sebutnya.

Untuk menutupi potensial lost tersebut, pihaknya telah telah berdiskusi dengan maskapai, dengan memikirkan peluang-peluang apa yang mungkin dilakukan. Misalnya dengan membuka rute rute penerbangan menuju wilayah Asia Barat seperti India hingga Pakistan.

“Untuk opportunity, yang paling masif itu di Asia Barat seperti India, Pakistan, Bangladesh. karena memang beberapa saat sebelum kejadian ini, para duta besar itu bertemu saya untuk dapat connecting flight. Oleh karenanya saya minta kepada Garuda, Batik, Lion, Air Asia untuk mencari konektivitas ke Asia Barat, paling lambat bulan Mei ini untuk buka rute baru, karena perencanaan itu tidak bisa langsung seketika,” kata Menhub.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan insentif ini adalah untuk semua. Menurutnya dalam menyikapi hal ini harus dipikirkan secara komprehensif supaya dapat bertahan dalam tantangan menghadapi virus korona ini, bukan hanya maskapai, tapi juga hotel dan sebagainya.

“Jadi kita mencoba kali ini untuk mendengarkan pemikiran dari maskapai dan kita juga sudah melakukan pembicaraan dengan PHRI dan sebagainya yang terkait dengan pariwisata secara keseluruhan. Jadi saya pikir ini adalah usaha kita untuk bagaimana dapat menghadapi tantangan virus korona ini, tidak mudah tetapi kita harus lakukan yang terbaik. Untuk kerugian ini masih berjalan, kita tidak tahu karena virus korona belum berhenti. Sebagai gambaran dalam setahun Tiongkok menyumbang 2 juta wisatawan dengan total devisa USD 2,8 miliar,” kata Wishnutama

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini