Pekerja Migran Indonesia Tak Dapat Libur di Tengah Wabah Virus Korona, KJRI: Laporkan!

Jum'at 14 Februari 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 320 2168452 pekerja-migran-indonesia-tak-dapat-libur-di-tengah-wabah-virus-korona-kjri-laporkan-T71yqTm8p3.jpg Masker (Newshub)

JAKARTA - Selain kelangkaan masker, Serikat Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong menyatakan tidak mendapatkan hari libur selama wabah virus Korona. Hal ini Membuat Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong angkat bicara.

Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar meminta agar para PMI untuk melapor ke KJRI Hong Kong. Nantinya, KJRI akan mengambil sanksi tegas baik dari teguran tertulis, pencabutan lisensi agen, dan memasukan dalam daftar hitam para majikan yang melakukan pelanggaran tersebut.

 Baca juga: Langka dan Mahal, KJRI Hong Kong Siapkan 80 Ribu Masker untuk Pekerja Migran Indonesia

"Jika majikannya memaksakan bekerja di hari libur walaupun tinggal di rumah, sanksi di Hong Kong cukup berat yaitu dendan 50 ribu Dolar Hong Kong. Jika ada pekerja mengalami tindakan demikian maka kami mempersilahkan melapor ke KJRI. Jadi satgas pelayanan kita buka dari Minggu sampai Jumat," kata Ricky mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Di Hong Kong, per Selasa (04/02) sudah terdapat 17 pasien positif pengidap virus corona yang satu di antaranya meninggal dunia. Hingga berita ini dibuat, belum ada WNI yang teridentifikasi virus corona, baik yang sudah positif ataupun diduga terpapar.

 Baca juga: Di Tengah Virus Korona, Pekerja Migran Indonesia Mengeluh Tak Diberi Libur

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan nama resmi penyakit yang disebabkan virus baru corona adalah Covid-19. Virus baru corona telah diberi nama oleh Komite Taksonomi Virus Internasional, yaitu SARS-CoV-2.

Nama baru yang dimunculkan, diambil dari kata "corona", "virus", "penyakit", serta 2019 sebagai penanda waktu ketika wabah terjadi (wabah dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019).

 Baca juga: Imbas Wabah Covid-19, Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Keluhkan Langkanya Masker

Saat ini ada lebih dari 42.200 kasus yang terkonfirmasi di seantero China. Adapun jumlah kematian akibat penyakit Covid-19 telah melampaui jumlah korban meninggal dunia saat Sars mewabah pada 2002-2003.

Pada Senin (10/02) saja, sebanyak 103 orang meninggal dunia di Provinsi Hubei—rekor terbanyak dalam sehari. Jumlah kematian Covid-19 di China kini mencapai 1.016 orang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini