Share

Airbus Bakal Lakukan Pemutusan Hubungan Kerja?

Irene, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 320 2169247 airbus-bakal-lakukan-pemutusan-hubungan-kerja-aDtZp5Na1E.jpg Pesawat Airbus A220-300. (Foto: Okezone.com)

MUNICH - Perusahaan pembuat pesawat asal Eropa, Airbus berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerjannya. Hal ini menyusul menurunnya permintaan pembelian pesawat militer atau transpor militer A400M.

"Kami akan memasuki pembicaraan pertama segera dengan dewan pekerjaan Eropa," kata Kepala Pertahanan dan Antariksa Airbus Dirk Hoke, dikutip dari Reuters, Minggu (16/2/2020).

Baca Juga: Airbus Bayar Denda Hampir USD4 Miliar karena Kasus Suap

Dia mengatakan, masalah teknis terus berulang dengan pesawat militer A400M. Hal ini menyebabkan angkatan udara Jerman menolak pengiriman dua pesawat tersebut.

Menurut Hoke, penolakan pengiriman pesawat tersebut membuat Airbus kehilangan pelanggan potensial yang selama ini sangat menjanjikan. Diprediksi Airbus kehilangan 1,2 miliar euro atau setara USD1,3 miliar.

Baca Juga: Emirates Pesan 50 Pesawat Airbus A350, Total Harganya Rp224 Triliun

Airbus Defense and Space yang berkantor pusat di Jerman mengungkapkan, perusahaan akan melakukan restrukturisasi lebih luas dengan mempekerjakan 34.000 staf, di mana 13.000 di antaranya bekerja di Jerman dan memberikan kontribusi sekitar seperlima dari pendapatan kepada kelompok induk Airbus.

โ€œDewan bekerja tahu bahwa saya akan berjuang untuk mempertahankan setiap pekerjaan yang saya bisa. Kami tidak akan datang dengan angka yang tidak proporsional, "kata Hoke.

Pengurangan jumlah karyawan ini akan tergantung pada pemanfaatan kapasitas dan pipa proyek di fasilitas yang berbeda: "Di sini saya harus memberi tahu politisi lokal bahwa jaminan untuk menjaga pabrik tetap terbuka yang banyak dari mereka menuntut bergantung pada proyek" tuturnya.

Hoke menyatakan optimisme atas prospek sebuah proyek untuk mengembangkan jet tempur Franco-Jerman dan pesawat militer generasi berikutnya setelah anggota parlemen Jerman mengalokasikan hampir 80 miliar euro untuk tahap uji coba proyek tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini