nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Bakal Musnahkan Uang Kertas Terindikasi Virus Korona

Irene, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 278 2169654 china-bakal-musnahkan-uang-kertas-terindikasi-virus-korona-30dUwDuVp7.jpg Yuan (Reuters)

JAKARTA - Bank sentral China mengumumkan akan segera menghancurkan uang tunai yang diduga menjadi potensi penyebaran virus korona. Uang tunai ini akan dikumpulkan dari rumah sakit, bus, dan pasar di daerah sebagai langkah minimalisir penularan wabah.

Melansir Business Insider, Senin (17/2/2020), People's Bank of China memerintahkan semua mata uang kertas dengan eksposur yang tinggi terhadap wabah untuk didesinfeksi atau bahkan dihancurkan. Bank-bank komersial diminta untuk mengumpulkan uang kertas dari area yang terinfeksi kemudian membersihkan dan menyerahkannya ke bank central.

 Baca juga: Fakta Virus Korona, Bikin Harga Babi Naik hingga Sektor Pariwisata Tertekan

People's Bank of China akan menggunakan suhu tinggi atau sinar ultraviolet untuk mensterilkan uang dan menyimpannya selama lebih dari 14 hari sebelum memasukkannya kembali ke sirkulasi. Hal serupa juga kerap dilakukan bank sentral di seluruh dunia, mereka sering menghancurkan uang kertas lama untuk menyeimbangkan pasokannya dengan uang tunai baru. Tentu saja, praktik seperti ini tak akan mempengaruhi jumlah uang beredar.

Seorang wakil kepala dari sebuah bank besar di Guangzhou mengatakan bahwa sementara ini, pelanggan akan ditanya sumber uang tunai yang disetorkan. Ia menilai tindakan seperti ini akan sulit untuk berjalan dengan efektif. "Akan sulit bagi tindakan seperti itu untuk sepenuhnya efektif," katanya.

 Baca juga: Huawei dan Baidu Mulai Buka Kantornya di Tengah Wabah Virus Korona

Sementara itu, menurut South China Morning Post, wakil gubernur bank sentral, Fan Yifei mengatakan bahwa sebanyak USD85,6 miliar telah disuntikkan ke dalam sistem keuangan China sejak 17 Januari 2020. Dan sekitar 4 miliar yuan telah dikirim ke Wuhan sebelum Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 25 Januari lalu.

Baca juga: Imbas Virus Korona, Harga Pangan di China Naik Tinggi

Yifei menjelaskan bank sentral akan menambah lebih banyak uang tunai kepada bank-bank untuk membantu bisnis bertahan di tengah wabah korona dan ketegangan yang timbul dari perang dagang AS-China.

Virus korona telah menyebar ke seluruh bagian dunia dan tentunya paling banyak melanda populasi China sebagai sumber penyebaran virus yang dinamakan Covid-19 itu. Virus ini telah mendorong para ekonom untuk menurunkan ekspektasi mereka terhadap pertumbuhan global.

Pertumbuhan ekonomi China telah melambat selama beberapa tahun terakhir imbas dari perdagangan dan perlambatan ekspansi global yang kemudian menyeret GDP negara dengan julukan tirai bambu tersebut. Menurut Goldman Sachs, virus korona diperkirakan akan memotong 1,6 poin persentase dari pertumbuhan kuartal berikutnya.

Selain itu Goldman Sachs juga menilai perlambatan ini juga berbahaya bagi ekonomi Asia lainnya seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Thailand. Negara tersebut rentan terhadap anjloknya sektor pariwisata dan penurunan aktivitas ekspor.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini