nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Virus Korona bagi Perdagangan RI-China Belum Terasa di Januari 2020

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 13:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 320 2169648 dampak-virus-korona-bagi-perdagangan-ri-china-belum-terasa-di-januari-2020-B15cxdlqGc.jpg Kontainer (Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan neraca perdagangan Januari 2020 yang mengalami defisit USD864 juta. Meskipun mengalami defisit, namun hal tersebut bukan disebabkan karena virus Korona atau Covid-19 yang mewabah sejak bulan lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan, efek virus Korona terhadap neraca perdagangan RI sejauh ini belum bisa terlihat. Menurutnya, dampak ekspor impor baru bisa terlihat pada laporan ekspor impor di bulan selanjutnya.

 Baca juga: Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta

"Karena harusnya dilihat sesudah Imlek. Harusnya sudah tercermin satu Minggu. Karena yang kita sajikan sebulan terakhir. Kita waspadai supaya dampaknya tidak seburuk yang dijadikan," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut Kecuk, belum terlalu berdampaknya virus Korona dikarenakan penyebaran virus korona baru terjadi di Minggu terakhir Januari. Bahkan organisasi kesehatan dunia alias World Health Organization (WHO) baru mengeluarkan darurat Korona pada akhir Januari.

 Baca juga: Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Surplus USD67 Juta

Kecuk pun menjelaskan kronologi dari penyebaran virus korona. Pada tanggal 31 Desember dilaporkan ada virus Korona dari Wuhan dan baru diidentifikasi pada 3-5 Januari 2020.

Pada tanggal 20 Januari beberapa negara mulai melakukan pengecekan suhu badan. Saat itu, WHO belum melakukan pembatasan terhadap virus Korona.

 Baca juga: Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Surplus USD67 Juta

Sehari berselang, virus Korona baru memakan korban meninggal dunia. Karena semakin banyaknya korban, WHO menetapkan darurat virus Korona pada 31 Januari 2020.

"Saya harus tekankan bahwa ekspor dan impor pada Januari kalau kita lihat dari awal bulan. Karena tidak menyajikan mingguan. Karena itu belum terlihat di Januari. Efeknya baru kita lihat pada bulan Februari. Tapi tentu kita harus waspada," jelasnya.

Sebagai informasi, pada Januari 2020, angka ekspor Indonesia ke China mencapai USD211,9 juta. Sedangkan impor dari Tiongkok masih tinggi dengan kontribusi 32,11% dengan nilai USD3,9 miliar.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini