nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Minyak Turun Imbangi Kekhawatiran Virus Korona, Harga Brent Naik

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 18 320 2170070 produksi-minyak-turun-imbangi-kekhawatiran-virus-korona-harga-brent-naik-zvJr7CqHFD.jpg Harga Minyak. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak naik tipis karena kekhawatiran terhadap melemahnya ekonomi dunia akibat virus corona diimbangi penurunan produksi minyak oleh produsen utama.

Minyak mentah Brent LCOc1 USD57,59 per barel atau naik 27 sen. Minyak mentah West Texas Intermediate AS CLc1 naik 23 sen menjadi USD52,28 per barel.

"Tidak ada harga yang turun selamanya, dan minyak tampak akhirnya menyingkirkan rasa tidak enak yang bearish," kata Broker Minyak PVM Stephen Brennock, dilansir dari Reuters, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Minyak Dunia Naik 1%, Ada Harapan Permintaan Pulih Pasca-Covid19

Harga minyak naik untuk pertama kalinya pada pekan lalu atau sejak awal Januari di tengah optimisme stimulus ekonomi China dapat mengarah pada pemulihan permintaan minyak di negara pengimpor terbesar di dunia.

Investor juga mengantisipasi bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, akan menyetujui proposal untuk memperdalam pengurangan produksi untuk memperketat pasokan global dan mendukung harga.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Meredanya Virus Korona

Grup, yang dikenal sebagai OPEC +, memiliki perjanjian untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,7 juta barel per hari hingga akhir Maret.

Komite teknis awal bulan ini merekomendasikan kelompok tersebut untuk mengurangi produksi sebanyak 600.000 barel per hari karena dampak virus corona, meskipun kenaikan harga minyak pertama kali dapat membuat produsen berhenti.

Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan virus corona akan menyebabkan permintaan minyak turun 435.000 barel per hari (bph) pada kuartal pertama tahun ini atau penurunan permintaan terbesar sejak krisis keuangan di 2009.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini