Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

80% Kebutuhan Susu Diimpor, Ini Penyebabnya

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 20 Februari 2020 |11:59 WIB
80% Kebutuhan Susu Diimpor, Ini Penyebabnya
Sapi Perah. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Susu impor masih mendominasi kebutuhan susu nasional. Hal tersebut dikarenakan produksi susu sapi perah lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 20%.

Untuk meningkatkan produktivitas susu lokal, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun berkoordinasi dengan para peternak kecil yang telah memiliki koperasi. Dikatakannya, masalah yang menghambat produksi susu Indonesia adalah bibit sapi yang tidak produktif.

Baca Juga: Produksi Susu Sapi Nasional Meningkat Jadi 1,6 Juta Ton

Menurutnya, bibit sapi tidak produktif karena minimnya ketersediaan lahan untuk pakan, serta permodalan.

"Ini yang membuat selisih antara konsumsi dan produksi susu masih tak seimbang,” ujarnya, dalam keterangan Kemenkop UKM, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga: Tak Wajib Serap Susu Lokal, Bagaimana Nasib Peternak?

Maka dari itu perlu peremajaan bibit agar menghasilkan sapi yang produktif. "Selain bibit, pemerintah juga membuka kans impor sperma sapi untuk mendapatkan jenis yang bagus,” tuturnya.

Teten optimis langkah strategis tersebut bakal membuahkan hasil. Pasalnya, saat ini, mayoritas peternak kecil telah memiliki koperasi. Sehingga, semakin memudahkan untuk mendapatkan bantuan modal.

“Kelembagaannya sudah bagus, tinggal bagaimana genjot produksi,” tegas Teten.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement