Fakta Kantong Kresek hingga Minuman Manis Kemasan Plastik Dikenakan Cukai Rp30.000/Kg

Irene, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 20 2171961 fakta-kantong-kresek-hingga-minuman-manis-kemasan-plastik-dikenakan-cukai-rp30-000-kg-Pbs7E9at9X.jpg DPR Setujui Cukai Kantong Plastik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Usulan terhadap pengenaan cukai produk plastik akhirnya disetujui oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dari persetujuan ini nantinya setiap pembelian dan penggunaan produk plastik akan dikenai biaya tambahan sebesar yang telah ditetapkan.

"Jadi kita ketok dulu, Komisi XI DPR menyetujui rencana pemerintah untuk melakukan penambahan jenis barang kena cukai berupa produk plastik," ujar Ketua Rapat Komisi XI Dito Ganinduto.

Baca Juga: Tarif Cukai Plastik Rp30 Ribu, Bisa Hasilkan Penerimaan Rp1,6 Triliun

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani sejak akhir bulan Januari telah menagih kesimpulan pembahasan cukai plastik ini. Dan akhirnya dalam rapat kerja (Raker) yang terselenggara pada Rabu 19 Februari 2020. DPR akhirnya setuju untuk mengenai cukai pada produk yang berpotensi merusak lingkungan ini.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik soal cukai dan harga plastik nantinya, Sabtu (22/1/2020):

1. Kantong Kresek Kena Cukai Rp200 per Lembar

Kantong kresek menjadi produk plastik yang ditetapkan akan dikenai cukai. Adapun tarifnya adalah kantong plastik dengan besaran Rp30.000/kg tarif cukai per lembarnya Rp200.

Baca Juga: Sri Mulyani Tagih Janji DPR soal Pengenaan Cukai Plastik

"Usulan cukai plastik ini berlaku bagi kantong kresek. Besaran tarif cukai tersebut sesuai dengan kajian komprehemsif yang sudah dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Pengenaan tarif cukai ini tentu akan pengaruhi, kantong plastik dengan besaran Rp30.000/kg, maka tarif cukai per lembarnya Rp200," jelas Ketua Rapat Komisi XI Dito Ganinduto.

2. Minuman Manis Kemasan Plastik Juga Kena Cukai

Tidak hanya kantong kresek yang ditetapkan sebagai produk plastik yang kena cukai, minuman berpemanis dengan kemasan plastik pun nantinya akan turut dikenai cukai.

3. Negara Bisa Hasilkan Rp1,6 Triliun dari Penerapan Cukai Plastik

Tidak hanya bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, penerapan cukai pada produk plastik seperti yang dijelaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menggenjot pendapatan negara. Negara akan memperoleh penerimaan sebesar Rp1,6 triliun per tahunnya.

"Berdasarkan data yang dimiliki, produksi plastik du Indonesia sebanyak 107 juta kg per tahun. Pengenaan cukai ini akan menurunkan konsumsi sebesar 50% atau hanya menjadi 53 juta kg per tahun. Dari asumsi tersebut pemerintah akan mendapat penerimaan Rp1,6 triliun per tahun," jelasnya.

4. Kesimpulan Raker Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan

Dari raker yang dilaksanakan pada Rabu lalu, berikut kesimpulan yang diambil dari pembahasan soal ekstensifikasi barang kena cukai berupa kantong plastik.

1) Komisi XI DPR RI menyetujui rencana pemerintah untuk melalukan penambahan jenis barang kena cukai berupa produk plastik.

2) Komisi XI DPR RI meminta pemerintah menyusun road map perluasan barang kena cukai lainnya.

3) Komisi XI DPR RI meminta Menteri Keuangan untuk memberikan jawaban tertulis maksimal 7 hari atas pertanyaan dan tanggapan pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI pada rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan tanggal 19 Februari 2020.

5. Sudah Ada 3 Objek yang Dikenai Cukai

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa saat ini, Indonesia telah mengenakan tarif cukai ke setidaknya tiga objek. Penerapan cukai ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi dan dampak negatifnya pada lingkungan.

"Saat ini Indonesia kenakan 3 objek kena cukai, cukai instrumen kendalikan atau kurangi konsumsi, miliki dampak negatif ke kesehatan dan lingkungan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR-RI, Rabu (19/2/2020)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini